Breaking News:

Berita Jawa Timur

Kini Masuk Gedung Negara Grahadi Wajib Sudah Vaksin dengan Menggunakan Peduli Lindungi

Termasuk di Gedung Negara Grahadi, mulai pekan ini, untuk memasuki gedung yang biasa digunakan untuk pertemuan resmi

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kepala Dinas Pendidikan Jatim bertemu dengan MKKS SMA SMK negeri dan swasta Jatim serta PGRI Jatim di Gedung Negara Grahadi, Rabu (23/6/2021) 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Penggunaan aplikasi Peduli Lindungi kini mulai merambah ke area pemerintahan. Jika sebelumnya aplikasi ini digunakan sebagai syarat untuk masuk mall, naik angkutan umum, kini Peduli Lindungi juga dimanfaatkan untuk memasuki gedung pemerintahan.

Termasuk di Gedung Negara Grahadi, mulai pekan ini, untuk memasuki gedung yang biasa digunakan untuk pertemuan resmi di lingkungan Pemerintahan Provinsi Jawa Timur tersebut mensyaratkan pengunjungnya harus sudah divaksin. Yang cara pendeteksinya juga menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membenarkan terkait penggunaan aplikasi Peduli Lindungi di Gedung Negara Grahadi. Penggunaan aplikasi tersebut ditujukan untuk memastikan seluruh pengunjung gedung tersebut telah divaksin dan dalam kondisi aman melakukan mobilitas di luar rumah. 

“Penggunaan aplikasi ini kita lakukan mulai hari Senin kemarin sebetulnya. Penggunaan aplikasi ini guna memastikan bahwa yang bersangkutan yang akan memasuki gedung ini dalam kondisi sudah divaksin covid-19,” tegas Khofifah, Rabu (15/9/2021). 

Sama seperti penggunaan aplikasi Peduli Lindungi di tempat publik yang lain, pengunjung diwajibkan scan barcode. Di gedung Negara Grahadi, scan barcode Peduli Lindungi diletakkan tepat di pintu masuk atau pintu kedatangan memasuki gedung utama. 

Baca juga: Percepatan Vaksinasi di Jawa Timur Kini Mencapai 18 Juta Dosis, ini Penjelasan Gubernur Khofifah

Sehingga sebelum masuk mereka harus scan barcode dan akan diketahui status vaksinnya, dan juga kondisi yang bersangkutan merah kuning maupun hijau. Jika hijau artinya mereka bisa masuk di dalam ruangan tersebut.

Selain bisa mengetahui yang bersangkutan telah vaksin, lewat aplikasi ini juga bisa menghitung jumlah orang di dalam gedung. Sehingga jika ada over kapasitas maka mereka tidak diperkenankan masuk ke gedung.

“Jadi pastikan yang masuk Gedung Negara Grahadi sudah divaksin. Dan yang positif covid-19 juga akan terdeteksi. Ini menjadi bentuk kewaspadaan kita bersama untuk saling menjaga,” tegasnya.

Penggunaan aplikasi Peduli Lindungi ini juga melengkapi sistem prokes yang diterapkan di gedung negara grahadi. Dimana setiap tamu yang masuk juga harus tes suhu tubuh dan mencuci tangan serta menggunakan sanitizer.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved