Breaking News:

Berita Jawa Timur

Seluruh Daerah di Jatim Sudah Zona Kuning Kecuali Kota Blitar Masih Oranye, Ini Pesan Gubernur

Dari 38 kabupaten kota di Jawa Timur sebanyak 37 kabupaten/kota di Jawa Timur berada zona kuning atau resiko rendah penyebaran covid-19

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Pemprov Jatim
Peta zona di Jawa Timur 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Nasional per 15 September 2021, seluruh daerah di Jawa Timur sudah masuk zona kuning risiko penyebaran covid-19, kecuali Kota Blitar. 

Artinya dari 38 kabupaten kota di Jawa Timur sebanyak 37 kabupaten/kota di Jawa Timur berada zona kuning atau resiko rendah penyebaran covid-19. Dan satu daerah lain yaitu Kota Blitar masih zona oranye atau risiko sedang penularan covid-19. 

Kondisi ini jauh lebih meningkat dibandingkan data per 31 Agustus 2021, yaitu masih 18 kabupaten/kota dan kemudian menjadi 37 kabupaten/kota berada pada zona kuning. 

Tak hanya itu, positivity rate Jatim juga telah jauh menurun mencapai 1,85 persen. Dimana positivity rate tersebut merupakan rekor terendah selama pandemi berlangsung.

"Alhamdulillah, 97,37 persen daerah di Jatim dinyatakan oleh Satgas Covid-19 Nasional masuk resiko rendah  (zona kuning). Di saat yang sama, positivity rate kita mencapai 1,85%. Ini adalah rekor terendah selama pandemi bahkan jauh di bawah ketentuan yang diberlakukan WHO yaitu kurang dari 5 persen Positivity Rate,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis  (16/9/2021) pagi.

Baca juga: Percepatan Vaksinasi di Jawa Timur Kini Mencapai 18 Juta Dosis, ini Penjelasan Gubernur Khofifah

Untuk itu ia menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah bekerja keras, bersinergi dan berjuang bersama mencegah penyebaran Covid-19 di Jatim. 

Termasuk di dalamnya termasuk Forkopimda Jatim, TNI- POLRI,  Pemkab/Pemko, tenaga kesehatan (nakes), tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, media, sektor swasta dan seluruh elemen masyarakat di Jatim. 

Menurut Khofifah, mengetahui posisi zonasi sebuah daerah menjadi sesuatu hal yang penting saat ini. Karena perkembangan zonasi peta resiko Covid-19 menjadi salah satu acuan dalam menentukan tindakan dan kebijakan. 

Terlebih, adanya pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan berahir telah banyak membatasi dan mempengaruhi aktifitas masyarakat di hampir seluruh sektor. Utamanya, di tengah masih diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel di Jatim.

"Setiap kebijakan ataupun tindakan yang akan diambil memang harus disesuaikan dengan level serta  zonasi peta resiko sebuah daerah, selain posisi levelnya," jelas orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.

Di sisi lain jumlah tes PCR di Jatim saat ini sudah sesuai standar WHO yaitu lebih dari 40.479 test/ minggu. Berdasarkan data.covid19.go.id per 14 September 2021, seminggu terakhir berada di angka 147.912 test/minggu. Sehingga positivity rate Jatim berada di angka 1,85 persen.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved