Breaking News:

Berita Nganjuk

Mulai Hari ini, KA Lokal Wilayah PT KAI Daop 7 Madiun Kembali Beroperasi, Ada KA Dhoho - Penataran

Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko menjelaskan, ada tiga perjalanan kereta api lokal yang dijalankan oleh PT KAI Daop 7 Madiun.

TRIBUNMADURA.COM/RAHADIAN BAGUS
Suasana di Stasiun Madiun, Sabtu (25/5/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, NGANJUK - PT KAI Daop 7 Madiun kembali mengoperasikan kereta api lokal mulai Rabu 22 September 2021 hari ini. 

Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko menjelaskan, ada tiga perjalanan kereta api lokal yang dijalankan oleh PT KAI Daop 7 Madiun.

Ketiga perjalanan kereta api lokal itu, yakni KA Dhoho relasi Surabaya Kota - Kertosono - Blitar PP, KA Penataran relasi Blitar – Malang - Surabaya kota PP, dan KA Ekonomi Lokal Kertosono relasi Surabaya Kota - Kertosono PP.

"Ini sebagai wujud kami memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui moda transportasi kereta api di masa PPKM," kata Ixfan Hendriwintoko dalam rilisnya, Rabu (22/9/2021).

Dikatakan Ixfan, pihaknya mengingatkan kembali berbagai protokol kesehatan yang harus dipenuhi pelanggan saat akan naik kereta api pada masa pandemi Covid-19 sesuai SE Kemenhub No 69 tahun 2021.

Baca juga: Kereta Api Lokal Wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya Kembali Beroperasi, Berikut Syarat Naik KA Lokal

Syarat naik kereta api lokal saat pandemi yakni, pelanggan diminta untuk memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, menghindari makan bersama, dan menggunakan hand sanitizer.

Disamping itu, menurut Ixfan, pelanggan harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius.

Pelanggan diwajibkan untuk menggunakan masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut.

Pelanggan juga tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan.

"Pelanggan atau penumpang tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan bagi perjalanan yang kurang dari 2 jam, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut," ujar Ixfan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved