Breaking News:

Berita Sampang

Antisipasi Peredaran Rokok Ilegal di Sampang, Bea Cukai Bersama Diskominfo Gelar Sosialisasi

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Madura sosialisasi guna mengantisipasi peredaran rokok ilegal di Madura

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Suasana saat sosialisasi tentang antisipasi peredaran rokok ilegal di Aula Kantor Diskominfo Sampang, Madura, Kamis (23/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Madura sosialisasi guna mengantisipasi peredaran rokok ilegal di Madura, termasuk Kabupaten Sampang.

Kegiatan yang bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sampang tersebut digelar dengan melibatkan insan pers di wilayah setempat.

Dengan tujuan dapat menginformasikan kepada masyarakat Kabupaten Sampang bahwa menjual produk Barang Kena Cukai (BKC) ilegal dapat dikenakan hukuman 1 sampai 5 tahun penjara.

Kasi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Wilayah Madura, Tio Setyawan mengatakan bahwa, setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk di jual BKC yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 ayat 1.

Orang tersebut akan dipidana dengan penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun penjara.

"Maka kami harap masyarakat, khususnya pelaku penjual maupun pembeli BKC Ilegal, agar segera menghindari hal tersebut," ujarnya.

Baca juga: Buntut Dugaan Kasus Kekerasan, Polres Sampang Panggil Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Camplong Atas

Menurutnya, masyarakat harus tahu tentang ciri-ciri rokok ilegal seperti, rokok polos atau tanpa pita cukai.

"Kemudian rokok pita cukai palsu, rokok pita cukai bekas, dan rokok yang memiliki pita cukai yang berbeda," paparnya.

Adapun, dalam pengawasan rokok ilegal di Madura, pihaknya sewaktu-waktu akan menggelar operasi pasar dan operasi pemberantasan, baik dilakukan sendiri maupun bekerja sama dengan intansi lain (operasi gabungan).

Serta melakukan pemetaan daerah-daerah yang rawan terhadap peredaran rokok ilegal dan bersinergi dengan instansi lain dan tokoh masyarakat.

"Termasuk melakukan penggalangan di masyarakat dan menambah informan di daerah yang sulit di jangkau," tuturnya.

"Seperti pelabuhan rakyat, sentra tembakau, pulau-pulau sekitarnya," imbuhnya.

Untuk diketahui, sosialisasi tersebut digelar di ruang Alua Kantor Diskominfo Sampang, dengan dihadiri Plt Kepala Diskominfo Sampang, Amrin Hidayat.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved