Berita Surabaya

Misi Baru Akabri 96 Jatim di Tahun ke-25, Ikut Memandu UMKM Songsong Era Digitalisasi dan Ecommerce

Rencana pengembangan sektor ekonomi kemasyarakatan melalui sekmen UMKM, bakal diwujudkan oleh alumni Bharatasena AKABRI 96

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/LUHUR PAMBUDI
Koordinator Alumni AKABRI 96 Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan saat di Gedung Mahameru, Mapolda Jatim, Kamis (23/9/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Selama 25 Tahun terus mengabdi pada NKRI, Bharatasena Alumni Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) 1996 kini fokus mengembangkan UMKM di Tanah Air.

Rencana pengembangan sektor ekonomi kemasyarakatan melalui sekmen UMKM, bakal diwujudkan oleh alumni Bharatasena AKABRI 96.

Mereka kini sedang mengembangkan aplikasi Transformasi Digital Umkm Presisi. 

Tujuannya, meningkatkan daya saing ekonomi dari sekmen UMKM dengan memperluas cakupan pasar penjualan produk.

Sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat dengan melayani gaya hidup jenis baru yang sedang terjadi di tengah masyarakat, yakni berbasis online.

"Aplikasi ini dapat memfasilitasi, memasarkan, dapat meningkatkan pertumbuhan UMKM itu sendiri," kata Koordinator Alumni AKABRI 96 Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan di Gedung Mahameru, Mapolda Jatim, Kamis (23/9/2021).

Baca juga: Klaim Jadi Provinsi Paling Siap Songsong Transformasi Digital UMKM, Ini Kata Gubernur Khofifah

Pria yang menjabat Kapolrestabes Surabaya itu, menerangkan, Pemerintah Kota Surabaya telah memiliki 650 pelaku UMKM.

Dari jumlah itu, 450 pelaku UMKM diantaranya telah memperoleh fasilitas bimbingan dan pelatihan keterampilan pengembangan usaha.

Dan, pihaknya, melalui institusi Polrestabes Surabaya, ikut dalam membina ratusan orang pelaku UMKM yang terdaftar itu.

"Kami Bharatasena 96, yang akan melanjutkan dan meneruskan niatan baik untuk meningkatkan dan mendukung UMKM Jatim," pungkas mantan Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim itu.

Sementara itu, Pemprov Jatim menyambut baik keinginan Bharatasena Alumni AKABRI 96 dalam mendorong perbaikan dan pertumbuhan ekonomi dengan kosen pada pengembangan UMKM Jatim menuju transformasi digital.

Menurut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, pada tahun 2030 mendatang, berdasarkan sebuah survei ekonomi, bahwa 80% perekonomian dunia akan ditopang oleh UMKM.

Dari persentase tersebut, 85% diantaranya akan melakukan proses perdagangan secara e-commerce. Atau dapat disebut perdagangan sepenuhnya 99% dilakukan secara online.

Lalu bagaimana posisi UMKM di Jatim. Mantan Menteri Pemberdayaan Wanita di Era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu, menyebut bahwa UMKM di Jatim berjumlah 9,89 Juta UMKM.

Dari jumlah yang hampir menyentuh angka 10 Juta UMKM itu, ternyata mampu menunjang 57,25% Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim.

Hal itu, dapat disaksikan dari Pertumbuhan perekonomian Jatim, kurun Triwulan II dalam 2021 mencapai 7,25%.

"Oleh karena itu, yang sudah disampaikan Panglima TNI dan Kapolri tentang tranformasi digital, adalah kebutuhan negara ini, kebutuhan Jatim, dan antusias animo pelaku UMKM," pungkas perempuan pertama yang menjabat Gubernur Jatim itu.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved