Breaking News:

Berita Banyuwangi

Meski Tidak Ditemukan, Satgas Banyuwangi Waspadai Klaster Pembelajaran Tatap Muka

Di Banyuwangi tidak ada laporan peserta didik maupun pengajar yang terpapar Covid-19 saat proses pembelajaran tatap muka

TRIBUNMADURA.COM/HAORRAHMAN
TNI Angkatan Darat Banyuwangi menyemprotkan disenfektan di sekolah. 

TRIBUNMADURA.COM, BANYUWANGI - Meski tidak ditemukan penyebaran Covid-19 di Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah, Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi tetap waspada. 

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono mengatakan, di Banyuwangi tidak ada laporan peserta didik maupun pengajar yang terpapar Covid-19 saat proses pembelajaran tatap muka.

"Sampai saat ini kami tidak menerima laporan adanya peserta didik maupun pengajar yang terpapar Covid-19 saat pelaksanaan PTM. Namun kita wajib waspada, karena di beberapa daerah sudah muncul klaster PTM," kata dr. Rio.

Dengan adanya kasus di beberapa daerah di Indonesia tersebut, Rio mengingatkan kepada pihak Satgas Kecamatan dan pihak sekolah untuk  benar-benar melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. 

"Mudah-mudahan di Banyuwangi tidak ada. Karena itu kita harus benar-benar menaati protokol kesehatan," katanya. 

Wakil Ketua Satgas COVID-19 Banyuwangi, Letkol Inf Yuli Eko Purwanto menambahkan, untuk mengantisipasi munculnya klaster PTM, seluruh sekolah harus menaati aturan pelaksanaan PTM.  

"Seperti sarana cuci tangan, masker, serta membatasi jumlah siswa yang hadir maksimal 50 persen dari kapasitas kelas. Alhamdulillah ini sudah terpenuhi. Para guru juga sudah semuanya menjalani vaksinasi Covid-19. Mereka kami prioritaskan," tambahnya.

Eko menambahkan, Satgas COVID-19 terus melakukan pengawasan intensif untuk memastikan prokes selama pelaksanaan PTM di sekolah benar-benar dijalankan dengan baik. 

Banyuwangi mulai menerapkan pembelajaran tatap muka sejak 1 September 2021, seiring menurunnya status PPKM menjadi Level 3. Saat ini, situasi COVID-19 di Banyuwangi terus membaik dan berada di Level 2. 

"Kita sudah perintahkan Satgas di tingkat kecamatan hingga desa untuk rutin memantau pelaksanaan PTM di wilayahnya dan memastikan protokol kesehatan secara baik," katanya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno mengatakan, pelaksanaan PTM digelar dengan 50 persen siswa mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolah, sementara 50 persen sisanya mengikuti secara daring dari rumah masing-masing. 

“Untuk siswa yang belajar di sekolah bergantian,” kata Suratno. 

Di Banyuwangi, kata Suratno, terdapat Paud/TK sebanyak 1.092, 821 SD, dan 204 SMP yang menggelar PTM. Dalam pelaksanaannya, siswa yang mengikuti PTM harus ada persetujuan dari orangtua peserta didik, komite sekolah, dan Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved