Breaking News:

Berita Malang

11 Titik Pelayanan Publik di Kota Malang Segera Dipasang QR Code PeduliLindungi, Ini Kata Kapolresta

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto mengatakan, upaya itu merupakan bentuk antisipasi selama PPKM Level 2 di Kota Malang.

TRIBUNMADURA.COM/KUKUH KURNIAWAN
Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto. 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Sebelas titik pelayanan publik Polresta Malang Kota segera memiliki QR Code yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi.

Hal tersebut dilakukan untuk melakukan tracing terhadap capaian vaksinasi dan sebagai sarana membatasi penumpukan orang dalam satu lokasi.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto mengatakan, upaya itu merupakan bentuk antisipasi selama PPKM Level 2 di Kota Malang.

"Ini adalah bentuk antisipasi dari kami, dan nantinya akan diterapkan secara bersamaan," kata dia kepada TribunJatim.com ( grup TribunMadura.com ), Senin (27/9/2021).

Baca juga: Masuk Kantor Polisi di Kota Kediri Wajib Vaksin, Pengunjung Scan QR Code Aplikasi PeduliLindungi

"Untuk saat ini, kami masih proses pengajuan QR Code untuk aplikasi PeduliLindungi," ujarnya.

AKBP Budi Hermanto menjelaskan, 11 titik itu berada di lima polsek jajaran serta enam titik layanan publik Polresta Malang Kota.

"Sehingga nantinya, akan ada imbauan yang jelas terkait prosedur penerapan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Dan kami perlu menguatkan edukasi di masyarakat," katanya.

"Karena nantinya, kami harus melakukan pembatasan dengan cara yang berbeda termasuk penggunaan aplikasi PeduliLindungi ini," jelasnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Eko Novianto mengungkapkan, hal ini adalah lanjutan dari wacana Polda Jatim yang digagas pada bulan Agustus lalu.

"Memang, sudah ada arahan dari Polda Jatim untuk seluruh anggota agar semuanya wajib menginstal aplikasi PeduliLindungi," katanya.

"Untuk wilayah Kota Malang, Kapolresta telah menginstruksikan pada jajaran untuk mengunduh aplikasi PeduliLindungi. Tetapi, hal itu masih belum dipergunakan sebagai syarat masuk ke kantor," terangnya.

Dirinya juga mengungkapkan, fokus utama penerapan aturan ini, lebih ditekankan kepada anggota Polresta Malang Kota. Sebelum nantinya diimplementasikan kepada masyarakat.

"Mungkin terlebih dahulu diterapkan kepada anggota Polresta Malang Kota dan Polsek jajaran. Jangan sampai kami hanya menyuruh saja, tetapi tidak melakukannya," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved