Berita Jawa Timur

RS Lapangan Indrapura Zero Pasien Covid-19, Gubernur Sampaikan Terima Kasih untuk Seluruh Nakes

RS Lapangan Indrapura saat ini telah zero pasien Covid-19. Artinya, tidak ada pasien Covid-19 yang dirawat RS Lapangan Indrapura.

Dok Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa usai memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Gedung Negara Grahadi, Jumat (1/10/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengucapkan rasa syukurnya atas kondisi pandemi Covid-19 yang saat ini telah melandai di Jawa Timur.

Terbaru, RS Lapangan Indrapura saat ini telah zero pasien Covid-19. Artinya, tidak ada pasien Covid-19 yang dirawat RS Lapangan Indrapura.

Pasien Covid-19 terakhir RS Lapangan Indrapura telah dipulangkan setelah dinyatakan sembuh pada Kamis (30/9/2021).

“Alhamdulillah RS lapangan covid-19 Indrapura yang pernah merawat psien total 10.559 orang, per kemarin sudah nol,” kata Gubernur Khofifah saat wawancara usai memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Grahadi, Jumat (1/10/2021).

Ia mengatakan, kondisi ini patut untuk disyukuri. Dimana gelombang tinggi covid-19 di Jatim terutama karena adanya varian delta telah berhasil dilalui dan kini kondisinya sudah kian membaik.

Baca juga: Gubernur Khofifah: Nilai Luhur Pancasila Jadikan Modal Bangkit dari Keterpurukan Akibat Pandemi

“Semoga semua terus terkendali dan terus melandai. Dengan situasi saat ini zero pasien covid-19 di RS lapangan Indrapura, kami sampaikan terima kasih pada semua nakes, yang telah melayani pasien dengan sepenuh hati,” ucapnya.

Tidak hanya itu, di kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga menyampaikan bahwa saat ini sudah sebanyak 28 kab/kota di Jatim yang telah masuk level 1. Dan sebanyak 10 kabupaten kota lainnya sudah masuk level 2.

Selain itu, berdasarkan rilis harian Kemenkes RI dan RS Online periode 15 Juli-27 September 2021, beberapa unsur mengalami penurunan.

Diantaranya, kasus harian dari 8.230 menjadi 92. Artinya terjadi penurunan sebanyak 98 persen rentang waktu periode tersebut. Kasus kematian harian mengalami penurunan dari 211 orang menjadi 14 atau turun sebanyak 93 persen.

Dari segi keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) juga mengalami penurunan baik Isolasi, ICU pada RS, maupun BOR pada RS Lapangan. BOR Isolasi pada periode 15 Juli - 27 September 2021 menurun dari 81 persen menjadi 6 persen atau terjadi penurunan sebesar 75 persen.

BOR ICU menurun dari 78 persen menjadi 11 persen atau turunnya sebanyak 67 persen. Sementara BOR RS Lapangan juga mengalami penurunan dari 74 persen menjadi 5 persen atau turun 69 persen.

“Terima kasih pada seluruh pihak yang telah bersinergi bekerja sama melawan pandemi. Kita semua berharap kasus terus melandai, dan Jatim segera bangkit,” pungkas Khofifah.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved