Breaking News:

Berita Jawa Timur

Target Pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor Pemprov Jatim Naik Hingga Rp 500 Miliar

tiga diantaranya dinaikkan targetnya secara signifikan. Yaitu dari pajak kendaraan bermotor (PKB), BBNKB, dan pajak air permukaan

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Fatimatuz Zahroh
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim Abimanyu Poncoatmodjo Iswinarno 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pemprov Jawa Timur menaikkan target pendapatannya di perubahan anggaran keuangan (PAK) yang telah digedok di APBD Perubahan tahun 2021. 

Dari total 7 sumber pendapatan Pemprov Jatim, tiga diantaranya dinaikkan targetnya secara signifikan. Yaitu dari pajak kendaraan bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), dan pajak air permukaan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim Abimanyu Poncoatmodjo Iswinarno mengatakan untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), target pendapatannya ditambah sebesar Rp 500 miliar hingga akhir tahun 2021.

“Target pendapatan di APBD Murni untuk PKB adalah Rp 5,9 trilliun. Kemudian di PAK ditambah targetnya sebesar Rp 500 miliar, sehingga target pendapatan PKB sampai akhir tahun nanti mencapai Rp 6,4 trilliun,” tegas Abimanyu, Selasa (5/10/2021). 

Baca juga: Gubernur Jatim Khofifah Berikan Support untuk Para Atlet Jawa Timur yang Bertanding di PON Papua

Kemudian untuk sektor pendapatan BBNKB juga dinaikkan secara signifikan. Jika di APBD 2021 murni target pendapatan dari BBNKB ini adalah Rp 2,55 trilliun, maka setelah APBD Perubahan dinaikkan targetnya menjadi Rp 3,15 trilliun. Total kenaikannya mencapai Rp 600 miliar.Dan untuk pajak air permukaan juga dinaikkan targetnya sebesar Rp 1 miliar. Dari target di APBD mutni tahun 2021 sebesar Rp 29 miliar, maka setelah APBD perubahan targetnya terkoreksi menjadi Rp 30 miliar.

Jika ditotal, maka kenaikan pajak di APBD perubahan tahun anggaran 2021 Pemprov Jatim mencapai Rp 1,05 Trilliun. 

Dengan adanya kenaikan target pendapatan yang cukup signifikan dengan rentang waktu tiga bulan ke depan, Abimanyu optimistis bahwa target itu akan tercapai.

Hal ini mengingat saat ini program pemberian insentif pajak dan juga pembebasan denda keterlambatan pembayaran pajak atau biasa disebut dengan pemutihan, masih terus berjalan.

Ia menyebut bahwa sejauh ini animo masyarakat begitu besar memanfaatkan kesempatan ini dengan membayar pajak. Yang kemudian akan memberikan pemasukan signifikan untuk pendapatan Pemprov Jatim.

“Kebijakan yang masih akan berlangsung hingga 9 Desember mendatang ini kami memaksimalka, agar kenaikan target pendapatan kami bisa tercapai. Program ini sebagai pancingan agar masyarakat mau membayarkan pajaknya,” tegas Abimanyu.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved