Breaking News:

Berita Mojokerto

Kabar Baik Calon Jemaah Haji, Kemenag Mojokerto Sebut ada Potensi Haji Dilaksanakan Tahun 2022

Sinyal potensi dibukanya kembali penyelenggaraan ibadah haji Tahun 2022 dapat dilihat dari penyelenggaraan Umrah tahun ini.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Aqwamit Torik
Kementerian Media Saudi / AFP
Sebuah gambar selebaran yang disediakan oleh Kementerian Media Saudi pada 31 Juli 2020 menunjukkan para jamaah yang berkeliling di sekitar Ka'bah, tempat suci paling suci di Masjidil Haram di kota suci Saudi, Mekah. Jemaah haji Muslim berkumpul hari ini di Gunung Arafat Arab Saudi untuk klimaks haji tahun ini, yang terkecil di zaman modern dan kontras dengan kerumunan besar tahun-tahun sebelumnya. 

TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO - Sinyal baik datang dari penyelenggaraan ibadah haji tahun 2022.

Diketahui, penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia sempat tertunda dua tahun akibat pandemi Covid-19.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Mojokerto, Mukti Ali mengatakan sinyal potensi dibukanya kembali penyelenggaraan ibadah haji Tahun 2022 dapat dilihat dari penyelenggaraan Umrah tahun ini.

"Bahwa Arab Saudi telah membuka Umrah dari Negara-negara kecuali delapan Negara yang di Suspend termasuk Indonesia, dan Arab Saudi hari ini sudah memperbolehkan bahkan 2 juta jemaah setiap bulan," ungkapnya kepada Surya ( TribunMadura.com network ), Rabu (6/10/2021).

Dia barasumsi sinyal ini semakin diperkuat lantaran dalam kondisi Covid-19 dibeberapa Negara naik, namun Arab Saudi justru berani mengundang (Umrah), sehingga kemungkinan besar penyelenggaraan haji Tahun 2022 berpotensi akan dilaksanakan.

Baca juga: Pendaftaran Calon Jemaah Haji di Sumenep Kembali Dibuka, Usai Sumenep Berstatus PPKM Level 2

"Sinyal-sinyal baik, salah satunya penyelenggaraan umrah sejak 22 Agustus 2021 kemarin," jelasnya.

Menurut dia, jadi atau tidaknya penyelenggaraan haji ini dipengaruhi beberapa faktor salah satunya terkait mitigasi Covid-19 dan vaksinasi.

Sebab, mitigasi Covid-19 dan vaksinasi tersebut menjadi patokan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) termasuk Arab Saudi untuk menentukan Herd Immunity.

Apalagi, Indonesia masuk dari 8 Negara yang di Suspend lantaran belum mencapai 70 persen vaksinasi sehingga WHO dan Arab Saudi menganggap belum terbentuk Herd Immunity.

"Ketika itu sudah dilalui saya yakin itu nanti pasti diizinkan masuk ke Arab Saudi dalam penyelenggaraan haji maupun umrah," terangnya.

Mukti menyebut jika penyelenggaraan ibadah haji dibuka kembali tahun depan maka CJH dari Kabupaten Mojokerto terutama mereka yang gagal berangkat di tahun 2020 akan diproritaskan untuk berangkat ke tanah suci.

Adapun kuota jemaah haji reguler di Mojokerto Tahun 2020 berjumlah 1.680 orang di antaranya 1.667 orang dan tambahan 13 lansia yang rata-rata usianya diatas 85 tahun.

"Sekarang Waiting List (Daftar Tunggu) haji di Kabupaten Mojokerto bertambah dari 28 tahun kini menjadi 33 tahun," ucap Mukti. (don/ Mohammad Romadoni). 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved