Berita Sumenep

Sembilan Desa di Sumenep Dapat Program Jatim Puspa 2021, Tiga Desa Masih Belum Terealisasi

Program Jatim Puspa 2021 ini dari Pemprov Jatim untuk membantu kelompok perempuan dalam pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi bantuan tunai 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep menyebutkan ada 9 desa yang mendapat bantuan program Jatim Puspa tahun anggaran 2021.

Program Jatim Puspa 2021 ini dari Pemprov Jatim untuk membantu kelompok perempuan dalam pemberdayaan masyarakat utamanya dalam meningkatkan kesejahteraan.

Kepala Bidang (Kabid) PUEM DPMD Kabupaten Sumenep, Tabrani mengatakan sembilan desa yang terima program Puspa Jatim 2021 itu diantaranya Desa Pasongsongan, Lenteng Barat, Kaloang, Kalebbengan, Kombang, Essang, Karduluk, Pakamban Daya dan Prenduan.

"Kami sudah umumkan ini kepada sembilan desa itu sejak (21/9)," katanya pada hari Kamis (7/10/2021).

Namun kata Tabrani, dari 9 desa hanya enam yang sudah direalisasikan. Tiga diantaranya belum cair dengan alasan administrasi.

"Sekarang batu ada enam desa yang telah melakukan pencairan, tiga lainnya belum," katanya.

Pihaknya menyebutkan, tiga desa yang belum dicairkan di antaranya Desa Pasongsongan, Kombang dan Kaloang.

"Dalam pekan ini akan dicairkan," ucapnya.

Baca juga: Kabupaten Sumenep Kembali ke PPKM Level 3, Imbas Capaian Vaksinasi yang Rendah

Ditanya kenapa belum bisa direalisasikan, pihaknya mengakui dari tiga desa yang belum dicairkan karena berkas administrasi belum diserahkan kepada dinas terkait selaku tim fasilitator pada bantuan tersebut.

Jumlah Penerima Keluarga Manfaat (KPM) dari 9 desa di Sumenep yang mendapat bantuan program Jatim Puspa bermacam-macam. Maksimal 26 dan minimal 16 orang.

"Terbanyak penerima bantuan Jatim Puspa ada di Desa Lenteng Barat,"  katanya.

Setiap penerima mendapatkan senilai Rp 2,5 juta, berbentuk barang yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan penerima manfaat.

"Barang itu bisa berbentuk kulkas, kompor gas dan lain semacamnya sesuai kebutuhan penerima," katanya.

Syarat bagi penerima adalah tidak tercatat sebagai penerima bantuan keluarga harapan (PKH).

Sedangkan untuk bantuan sosial lainya masih berhak menerima.

"Nama-nama penerima sudah tercatat oleh Pemprov Jatim. Data itu sudah diserahkan ke desa Masing-masing,"  katanya.

Pihaknya berharap, bantuan Jatim Puspa ini dapat dipergunakan dengan sebaik mungkin oleh penerima manfaat supaya membantu meringankan beban di masa pandemi Covid-19.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved