Breaking News:

Berita Bangkalan

Capaian Vaksinasi di Kabupaten Bangkalan Masih di Bawah 50 Persen, Status PPKM Aglomerasi Tersendat

bangkalan dengan capaian vaksinasi masih di bawah 50 persen, kabupaten/kota lain harus menunggu untuk mencapai status PPKM Level 1

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak bersama Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron mengunjungi gelaran vaksinasi di Pasar/Kecamatan Blega usai keduanya berziarah ke Makam Raden Panji Mohammad Noer di Kabupaten Sampang dalam rangka Hari Jadi Ke-76 Provinsi Jatim, Senin (11/10/2021) 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Kabupaten Bangkalan kali ini menjadi wilayah penentu dalam status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah aglomerasi Surabaya Raya. B

angkalan dengan capaian vaksinasi masih di bawah 50 persen, kabupaten/kota lain seperti Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo harus menunggu untuk mencapai status PPKM Level 1.

Pencapaian cakupan vaksinasi menjadi salah satu indikator dalam menentukan level PPKM, seperti yang tertuang pada poin kedua Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, Level 2 dan Level 1 Covid-19 di Jawa dan Bali.

Pada poin kedua menginstruksikan penetapan level wilayah ditambah dengan indikator capaian total vaksinasi dosis 1 dan vaksinasi dosis 1 lanjut usia di atas 60 tahun dari target vaksin di setiap wilayah aglomerasi.

Kepala Dinas Kabupaten Bangkalan, Sudiyo mengungkapkan, total capaian vaksinasi dosis pertama mencapai 25 persen, dosis kedua mencapai 11 persen, dan dosis ketiga khusus tenaga kesehatan mencapai angka 70 persen.  

“Bangkalan, Surabaya, dan Gresik di Level 3 PPKM, maka dari itu mereka berang melihat Bangkalan kok (capaian vaksinasi) nya gak jalan-jalan. Tetapi mereka tahu, Bangkalan tidak diam,” ungkap Sudiyo kepada Surya, Senin (11/10/2021).

Baca juga: Pilkades Serentak Gelombang Kedua di Bangkalan Dipastikan akan Digelar Tahun 2022, Simak Rinciannya

Kendati demikian, Pemkot Surabaya tidak hanya menggerutu atas kondisi tersebut. Bantuan beberapa unit mobil puskesmas keliling (pusling) milik pemkot diperbantukan. Termasuk bantuan mobil pusling dari Polda Jatim, hingga Kodam V/Brawijaya.

“Total ada 16 unit mobil pusling, 10 unit di antaranya dilengkapi dengan petugas vaksinator. Sedangkan 6 unit mobil pusling lainnya kosongan, kami isi sendiri vaksinatornya. Mobil-mobil pusling itu dalam rangka door to door, jemput bola vaksinasi ke pelosok untuk menambah julah sasaran vaksinasi,” jelasnya.  

Sebagai ‘leading sektor’ program vaksinasi, Sudiyo setiap hari terlibat rapat secara marathon hingga pukul 11 malam untuk mencari formula dan strategi yang tepat untuk memacu dan mendongkrak akselerasi capaian vaksinasi.

Bahkan, lanjut Sudiyo, Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan memerintahkan agar semua kapolsek, danramil, camat hingga semua kepala puskesmas bersinergi dan saling berlomba-lomba untuk mencapai target 20 ribu dosis vaksin per hari.

“Kami lombakan, evaluasi akan dilakukan setiap 10 hari. Bagi wilayah dengan capaian teredah akan kami beri bendera hitam. Capaian vaksinasi tertinggi pada 7 September bulan lalu hingga menyentuh angka 12 ribu dosis. Hari ini rekapan kami sudah lebih dari 10 ribu bahkan sekitar 11 ribu,” papar pria yang akrab disapa Yoyok itu.

Setiap hari, kegiatan vaksinasi di Kabupaten Bangkalan digelar di 72 lokasi hingga 80 lokasi seperti di pasar-pasar tradisional, tempat wisata, hingga pusat-pusat perbelanjaan dengan back up langsung dari Forkopimda, Muspika, dan Satpol PP. Dengan harapan mencapai target 20 ribu dosis vaksin.

“Karena masyarakat kita ada keunikan sendiri beda dengan masyarakat di kabupaten/kota lain, ada yang masih percaya hoaks, ada yang ketakutan, ada yang tidak butuh vaksin. Kami terus memikirkan strategi yang paling jitu untuk mendongkrak akselerasi pencapaian angka vaksinasi,” pungkasnya.

Dengan kondisi masyarakat demikian, Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif) pun tiada lelah menghampiri lokasi-lokasi gelaran vaksinasi. Seperti yang dilakukan Ra Latif di Pasar/Kecamatan Blega, Senin (11/10/2021).

Bahkan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak turut menyapa para pedagang di pasar sekaligus mensosialisasikan pentingnya vaksinasi. Kedua pemimpin milenial baru saja berziarah ke Makam Raden Panji Mohammad Noer di Kabupaten Sampang dalam rangka Hari Jadi Ke-76 Provinsi Jatim.

“Pasar merupakan lokasi rentan karena tempat banyak orang berkumpul. Karena itu kami meminta para pedagang di Pasar Blega tetap patuh dan disiplin protokol kesehatan dalam pelaksanaan vaksinasi,” ungkap Ra Latif.

Ia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi di pasar-pasar tradisional merupakan salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sekaligus membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok dari paparan Corona.

“Vaksinasi juga tidak kalah penting, namun tetap patuh prokes. Namun belajar dari lonjakan kasus Covid-19 beberapa bulan lalu, mohon untuk tetap mentaati prokes dan semangat meningkatkan usaha, tetap produktif,” pungkas Ra Latif.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved