Breaking News:

Berita Sampang

Buntut Kasus Poligami yang Dilakukan ASN di Sampang, Sekdakab Sampang Angkat Bicara, Singgung Sanksi

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sampang, Yuliadi Setiawan angkat bicara atas dugaan kasus Poligami tanpa izin, Kamis (14/10/2021).

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sampang, Yuliadi Setiawan. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Kasus poligami tanpa izin yang dilakukan oleh ASN di Sampang terus bergulir.

Kali ini Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sampang, Yuliadi Setiawan angkat bicara atas dugaan kasus Poligami tanpa izin, Kamis (14/10/2021).

Dugaan kasus tersebut dilakukan oleh pria berisinial H yang kesehariannya berdinas sebagai Kepala Puskesmas Camplong, Kabupaten Sampang.

Menurutnya, pemerintah daerah tetap akan memberikan sanksi kepada semua oknum ASN yang terbukti melanggar.

Termasuk, terlibat dalam poligami yang seharusnya melalui proses dan regulasi yang berlaku.

Baca juga: Tak Terima Dituduh Selingkuh dengan Istri Orang, Kepala Dusun di Tuban Laporkan Kades ke Polisi

"Jika terbukti melanggar, akan ada sanksi terhadap yang bersangkutan," kata pria yang akrab di sapa Wawan itu.

Dijelaskan, sebenarnya tidak ada larangan bagi ASN di Kabupaten Sampang untuk berpoligami.

Namun, dalam Peraturan Pemerintah (PP), tetap ada sejumlah syarat yang harus dilakukan.

Seperti ada restu dari istri pertama dan tentunya ada izin dari kepala daerah.

"Walaupun istri pertamanya setuju, tapi jika aturan regulasinya tidak diindahkan, tetap akan mendapatkan sanksi", tandasnya.

Sementara, untuk sanksi yang akan dilayangkan kepada yang bersangkutan tergantung tingkat kesalahannya.

Bisa penurunan jabatan, pemindahan tempat kerja, bahkan sampai ke pencopotan jabatan.

Sedangkan hingga saat ini, pihak inspektorat bersama OPD terkait sedang melakukan proses penanganan dugaan kasus tersebut.

Dengan membentuk tim khusus serta nantinya tidak menutup kemungkinan melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved