Breaking News:

Berita Jawa Timur

Gubernur Khofifah Minta Masyarakat Tak Pilih-Pilih Vaksin Covid-19, "Bahayakan Diri Sendiri"

Khofifah meminta masyarakat tidak perlu menunda vaksinasi hanya karena merek, karena akan berisiko bagi diri sendiri dan orang lain

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah saat ditemui di Gedung Grahadi 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat tak pilih-pilih jenis vaksin Covid-19. Menurut Khofifah, semua vaksin yang ada di Indonesia memiliki manfaat yang sama yakni membangun antibodi. 

"Ada banyak merek vaksin dengan capaian efikasi sedikit  berbeda, tapi menurut saya tidak usah pilih-pilih. Segera lakukan vaksinasi agar herd imunity bisa segera terwujud. Manfaat semua vaksin sama dan semua sudah persetujuan WHO," ungkap Khofifah, Sabtu (16/10/2021). 

Ia memastikan seluruh vaksin yang tersedia aman dan efektif karena telah melalui serangkaian ujicoba. Sehingga ia meminta masyarakat tidak perlu menunda vaksinasi hanya karena merek, karena akan berisiko bagi diri sendiri dan orang lain. 

"Semua vaksin di Indonesia sudah melalui kajian dari Badan POM dan mendapatkan Persetujuan Penggunaan Dalam Kondisi Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) serta selalu dilakukan pengawasan," tegasnya. 

Baca juga: Gubernur Khofifah Berikan Lencana Jer Basuki Mawa Beya Emas di HUT Provinsi Jatim ke 76

Khofifah mengatakan, saat ini Pemprov Jatim tengah mengejar target kekebalan kelompok (herd immunity), utamanya pada kalangan pelajar, vaksinasi pun digelar secara masif di berbagai lokasi. Maka dari itu, Khofifah berharap seluruh masyarakat bisa turut menyukseskannya. 

Berdasarkan data yang dirilis Satgas Covid-19 Jatim per 14 Oktober 2021, total capaian vaksin dosis 1 di Jatim mencapai 17.443,349 atau setara 54,81%. Dan Dosis 2 mencapai 9.208.104 atau setara 28,93%. Atas capaian tersebut Jatim masih menempati posisi kedua dalam capaian vaksinasi nasional. 

Capaian gemilang ini juga turut didukung dengan assesmen PPKM Level 1 di Kota Blitar, dimana juga dijadikan Pilot Project Naisonal. 

Meski masyarakat lebih senang mendapat vaksin jenis Sinovac, pemerintah terus melakukan sosialisasi terkait ketersediaan vaksin astrazeneca yang aman digunakan. 

"Bisa juga dengan menyuntikkan vaksin astrazeneca kepada masyarakat yang betul-betul dalam keadaan sehat," tegasnya. 

Perluasan target vaksinasi terus dilakukan di Jatim senagai bekal untuk melindungi masyarakat dalam kegiatan baik ekonomi, pendidikan maupun industri yang sudah pulih perlahan seiring dengan penurunan asesmen Level tiap daerah yang ditentukan oleh Kemenkes RI.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved