Breaking News:

Berita Sampang

Bocah Penderita Hidrosefalus Akhirnya Mendapat Bantuan dari Pemkab Sampang Cover Upaya Pengobatan

Langkah itu diambil setelah Bupati Sampang, Slamet Junaidi berkoordinasi dengan Kepala Dinkes dan KB lantaran simpati atas kondisi salah satu warganya

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Kondisi Emilia Sahra saat digendong oleh ayahnya (Alfian) di kediamannya, Jalan Garuda, Kelurahan Gunung Sekar, Kabupaten Sampang, Madura, Selasa (19/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Madura melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) setempat akan mengcover upaya pengobatan bocah penderita Hidrosefalus atau penumpukan cairan di rongga otak.

Langkah itu diambil setelah Bupati Sampang, Slamet Junaidi berkoordinasi dengan Kepala Dinkes dan KB lantaran simpati atas kondisi salah satu warganya tersebut.

"Kami akan turun ke kediaman Emilia besok, untuk yang lainnya sudah ke lokasi," kata Kepala Dinkes dan KB Sampang, dr. Abdullah Najich, Rabu (20/10/2021).

Akan tetapi, pihaknya sudah merencanakan beberapa upaya untuk membantu pengobatan Emilia Sahra (3) yang tidak lain penderita Hidrosefalus sejak berusia 6 bulan.

Termasuk mendaftarkan ke BPJS, sebab kata pria yang akrab disapa dr. Najich itu Emilia butuh perawatan yang panjang serta biaya yang besar.

Baca juga: Nasib Emilia, Bocah Sampang yang Alami Hidrosefalus, Orang Tua Tak Mampu Tanggung Biaya Pengobatan

Sementara, untuk mengaktifkan BPJS harus menunggu dahulu selama satu bulan, sehingga sementara waktu pihaknya akan memakai Jamkesda terlebih dahulu.

"Kedepannya baru menggunakan BPJS untuk berobat di Surabaya karena Jamkesda hanya bisa digunakan di Sampang saja," ujarnya.

Mengetahui hal itu, beberapa hari ke depan Emilia akan melakukan pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mohammad Zyn Sampang.

Adapun pengobatannya, dr. Najich belum bisa memastikan, mengingat kondisi Emilia tidak diketahui secara pasti, apakah memiliki komplikasi atau sebagainya.

Yang jelas ketika awal berobat, Emilia akan langsung ditangani oleh Dokter anak di RSUD setempat, bekerja sama dengan Dokter spresialis Neurologi atau bedah saraf.

"Insyallah pengobatan bisa dimulai besok, karena kita bantu untuk mengurus Jamkesda mulai besok," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved