Breaking News:

Berita Pamekasan

Komitmen Lapas Narkotika Pamekasan Bekali WBP Keterampilan Menjahit, Harap Diterima saat Bebas

Pelatihan ini diberikan sebagai wadah dalam mengembangkan minat dan bakat WBP dan juga sebagai bekal mereka untuk kembali dan diterima oleh masyarakat

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Suasana saat Lembaga Pemasyarakatan Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan Kanwil Kemenkumham Jatim menggelar pelatihan kemandirian menjahit yang bekerjasama dengan SMKN 3 Pamekasan, Jumat (22/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Lembaga Pemasyarakatan Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan Kanwil Kemenkumham Jatim kembali menggelar pelatihan kemandirian menjahit yang bekerjasama dengan SMKN 3 Pamekasan, Jumat (22/10/2021).

Pelatihan ini diberikan sebagai wadah dalam mengembangkan minat dan bakat warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan juga sebagai bekal mereka untuk kembali dan diterima oleh masyarakat saat bebas nanti.

Pelatihan ini akan berlangsung selama 30 hari dengan jadwal setiap hari Senin, Selasa dan Jum'at yang diikuti sebanyak 30 Narapidana Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan Kanwil Kemenkumham Jatim.

Kalapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan Kanwil Kemenkumham Jatim, Sohibur Rachman menjelaskan, pelatihan kursus menjahit ini terlaksana karena ada kerja sama antara pihak Lapas Narkotika dengan SMKN 3 Pamekasan.

“Bukan hanya pengembangan kapasitas menjahit, dari pelatihan ini nantinya WBP juga akan mendapatkan sertifikat sebagai tanda pelatihan selesai dan saya berharap dari pelatihan ini dapat menghasilkan produk unggulan yang bisa setingkat nasional," kata Sohibur Rachman kepada TribunMadura.com, Jumat (22/10/2021).

Baca juga: Lapas Narkotika Pamekasan Gelar Donor Darah, Bagi-Bagi Paket Sembako untuk Warga Terdampak Pandemi

Menurut Kalapas Narkotika yang akrab disapa Sohibur ini, pelatihan menjahit bagi WBP tersebut sangat diperlukan, mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Kata dia, para WBP dituntut untuk meningkatkan kapasitasnya sebagai bekal setelah bebas, sehingga para WBP punya keterampilan yang bisa dijadikan sebagai penghasilan. 

Apalagi, setelah selesai pelatihan, WBP akan diberikan sertifikat.

Adanya sertifikat itu, WBP akan dipermudah untuk mencari peluang kerja. 

"Ini sesuai dengan harapan dari revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan. Bahwa semua WBP memiliki keterampilan yang dapat menunjang hidup setelah bebas,” jelas Sohibur.

Sementara itu, perwakilan SMKN 3 Pamekasan, Nina Pratiwi mengatakan mengatakan, program pelatihan menjahit ini merupakan sinergitas antar instansi.

Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan Kanwil Kemenkumham Jatim karena telah memberikan tempat dan fasilitas untuk pelaksanaan pelatihan ini," katanya.

Nantinya, lanjut Nina, pelatihan kemandirian menjahit itu akan berjalan selama 30 hari setiap Senin, Selasa dan Jum'at.

"Para peserta (narapidana) akan mendapatkan sertifikat yang dapat dipakai mencari pekerjaan setelah mereka bebas," harapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved