Berita Lumajang

Kecurigaan BNN Soal Pabrik Sabu di Lumajang, ada Dugaan Masuk Jaringan Kartel Internasional

Gita Yulianto memproduksi sabu tidak seseorang diri. Dia juga melibatkan satu orang temannya yang kini masih dalam kejaran polisi.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Aqwamit Torik
shutterstock.com.
ilustrasi narkoba 

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Kepala BNN Kabupaten Lumajang AKBP Indra Brahmana membeberkan kecurigaan mengejutkan dari Gita Yulianto, seorang warga Desa Besuk yang ditangkap karena memproduksi sabu di rumahnya.

Hasil pengembangan sementara, Gita disebutkan diduga kuat masuk dalam jaringan kartel internasional.

Pasalnya Gita memproduksi sabu dengan cara baru, yakni menggunakan metode shake and bake.

Metode shake and bake atau yang dikenal dengan istilah cold and cook, yakni memproduksi sabu tanpa menggunakan api.

Cairan atau bahan kimia cukup dimasukkan dalam satu botol lalu dikocok.

Baca juga: Profil Hanna Kirana, Aktris Muda Meninggal saat Naik Daun, Bintang Sinetron Suara Hati Istri Zahra

"Di Amerika metode ini sudah sangat jadi atensi karena semakin banyak yang memproduksi narkoba dengan cara ini," kata Indra.

Indra juga mengakui, kasus ini telah mengejutkan pihak BNN maupun Polisi.

Menurutnya, pengungkapan pembuatan sabu menggunakan cara shake and bake merupakan kasus pertama di Jawa Timur.

Bahkan, Gita hanya berkilah ketika mengaku mendapat keterampilan membuat sabu dari Youtube.

"Cold and cook tidak sesederhana itu. Bisa dicek sendiri konten-konten di Youtube kan ada filterisasi sangat ketat. Jika pun ada pasti berbahasa asing. Kedua mendapatkan bahannya juga pasti susah. Tinggal dicek yang bersangkutan bisa bahasa asing tidak. Yang pasti masih kami dalami dia mendapat keterampilan darimana," bebernya.

Baca juga: Kata Terakhir Hanna Kirana ke Ayahnya Sebelum Meninggal Dunia, Orang Tua Sempat Marah

Diberitakan sebelumnya, Gita Yulianto digrebek polisi ketika memproduksi serbuk sabu kristal di rumahnya. Bahkan, beberapa di antaranya sudah siap edar.

Setelah dicek serbuk kristal tersebut mengandung cairan metavitamin. 

Diketahui, Gita Yulianto memproduksi sabu tidak seseorang diri.

Dia juga melibatkan satu orang temannya yang kini masih dalam kejaran polisi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved