Breaking News:

Berita Pamekasan

Warga Pamekasan kini Bisa Produksi Songkok dan Sarung Berkat Pelatihan dari Gagasan Bupati

Pelatihan cara membuat songkok, sepatu, sandal, sarung, camilan, serta pelatihan lainnya yang disediakan oleh pemkab pamekasan

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat belajar di Wamira Mart, Jalan Jokotole, Pamekasan. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Program sepuluh ribu pengusaha baru (sapu tangan biru) melalui wirausaha baru (WUB) gagasan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam telah terealisasi dengan baik. 

Masyarakat yang dilatih mampu memproduksi sesuai pelatihan yang diambilnya.

Seperti pelatihan cara membuat songkok, sepatu, sandal, sarung, camilan, serta pelatihan lainnya yang disediakan oleh pemerintah kabupaten (pemkab) guna merealisasikan program sapu tangan biru tersebut.

Program ini tidak hanya memberikan pelatihan, melainkan membantu alat produksi melalui dana corporate social responsibility (CSR), memberikan bantuan modal dengan bunga nol persen selama setahun, hingga fasilitasi pemasaran, baik offline maupun online sesuai dengan tuntutan zaman.

Baca juga: Wisatawan Luar Borong Produk Lokal Terutama Camilan di Wamira Mart

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menyampaikan, program itu dicetuskan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat melalui strategi desa tematik dengan cara menggali potensi desa masing-masing. 

Kata dia, program  tersebut saat ini telah berjalan dengan baik hingga fasilitasi pemasarannya melalui warung milik rakyat (wamira) mart.

Menurutnya, sebagian masyarakat Pamekasan sedari awal tidak yakin program itu akan terlaksana. 

Namun, kenyataannya ribuan pemuda, baik laki-laki atau perempuan telah selesai dilatih. 

Bahkan, sudah bisa memproduksi songkok, sarung, sepatu, dan lain-lain.

"Songkok yang saya pakai ini merk Pamekasan, dari dulu tidak ada yang membayangkan kita punya songkok yang begini. Yang membayangkan kita punya sarung Pamekasan tidak ada, tapi sekarang sudah ada," kata Bupati Baddrut Tamam kepada TribunMadura.com, Kamis (18/11/2021).

Dia menambahkan, program itu berjalan lantaran kerja keras pemerintahan yang berkomitmen memberikan yang terbaik kepada masyarakat melalui program yang memihak untuk kesejahteraan mereka.

Tujuannya guna meningkatkan penjualan produk lokal tersebut.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved