Berita Malang
Tak Mau Diajak Pindah Rumah, Istri Siri Terlibat Cekcok Sengit, Berakhir Ditebas Suami Pakai Celurit
Kakek ini tebas tubuh istrinya hingga meninggal karena tidak mau diajak pindah rumah.
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Tersangka emosi karena istri sirinya tidak mau diajak pindah tempat tinggal dari gubuk yang selama ini didiaminya.
"Saat itu pelaku dan korban ini cekcok mulut, sampai korban mengeluarkan kata-kata kotor kepada pelaku," tutur dia.
"Dari sini pelaku akhirnya berang dan menyabetkan celurit yang ada di rumahnya," ungkap Bagoes.
Pelaku mengaku merasa tidak enak hati karena tanah yang ditinggalinya tersebut bukan milik pribadi, melainkan milik orang lain.
"Tidak ada rencana pembunuhan. Pelaku emosi dan langsung menebas korban pakai senjata tajam semacam celurit," ungkap dia.
"Pelaku ini kerjanya petani. Sementara istri sirinya kerja di kantor desa setempat," kata Bagoes.
Pelaku terancam hukuman sebagaimana Pasal 44 ayat 3 UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Lingkup Rumah Tangga. Pelaku juga dijerat pasal 338 KUHP.
"Hukuman 15 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 45 juta," tutup Bagoes.
Di sisi lain, tersangka M mengakui jika dirinya terbakar emosi hingga melakukan tindakan sadis kepada istri sirinya.
M juga bercerita dirinya telah 3 kali menikah siri.
"Emosi saya dipisui (dikatain kotor) sama istri saya saat gak mau diajak pindah. Akhirnya ada celurit saya bacok ke badannya," ungkap M.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/m-61-tersangka-kasus-pembunuhan-istri-siri.jpg)