Breaking News:

Berita Pamekasan

Antispasi Gelombang ke 3 Covid-19, RSUD Smart Pamekasan Gandeng rs Swasta

Kewaspadaan RS Smart ini untuk mengantisipasi kekhawatiran terjadinya ledakan pandemi Covid-19 gelombang ketiga, pada saat libur Natal dan Tahun Baru

Penulis: Muchsin Rasjid | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/MUCHSIN RASJID
Ruang isolasi RSUD Smart Pamekasan, yang sebelumnya penuh dengan pasien Covid-19, kini nihil dari pasien Covid-19. 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN – Rumah Sakit Umum Daerah Martodirjo (RSUD Smart) Pamekasan, yang selama ini menjadi rujukan penanganan Covid-19, selama dua bulan terakhir ini nihil pasien Covid-19. Namun walau tidak ada satupun pasien Covid-19 yang dirawat, pihak RS Smart tetap waspada dan siaga 24 jam, untuk menangani pasien Covid-19 baru.

Kewaspadaan RS Smart ini untuk mengantisipasi kekhawatiran terjadinya ledakan pandemi Covid-19 gelombang ketiga, pada saat libur Natal dan Tahun Baru (nataru) Desember 2021 – Januari 2022 mendatang.

Ketua Satgas Covid-19 RSUD Smart Pamekasan, dr Syaiful Hidayat, Selasa (23/11/2021) mengatakan, untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 ini, pihaknya sejak awal sudah mempersiapkan diri, baik tenaga kesehatan (nakes) maupun fasilitas kesehatan lainnya, berikut sarana dan prasarananya.

“Kalau dari RS Smart sendiri sudah siap dan sangat siap. Walau  saat ini sudah tidak ada lagi pasien covid yang dirawat di sini, kami tetap siaga dan melakukan persiapan, berikut nakesnya selama 24 jam. Sementara untuk tempat tidur, kami sudah siapkan 24 buah. Dan pada saat terjadi lonjakan Covid-19, empat bulan lalu, kami menyediakan 100 tempat tidur,” kata Syaiful Hidayat, yang akrab dipanggil dr Yayak.

Baca juga: Antusiasme Warga Pamekasan Ikuti Gelaran Vaksinasi Massal dari Smartfren Community

Dikatakan, dalam persiapan ini, sebagai langkah antisipasi pihaknya sudah mengundang sejumlah nakes rumah sakit swasta di Pamekasan yang sebelumnya tidak pernah menerima pasien Covid-19, diberikan pelatihan dan bimbingan mengenani penanganan pasien Covid-19. Bilamana nanti terjadi lonjakan kasus Covid-19, setelah libur nataru.

Langkah antisipasi ini, kata dr Yayak, berkaca pada kasus pandemic Covid-19 di Pamekasan, yang terjadi pada Juni – Juli 2021 lalu. Saat itu lonjakan kasus Covid-19 meningkat tajam. Sehingga beberapa RS rujukan kelebihan pasien dan banyak yang tidak tertampung, sehingga tidak tertangani dengan sempurna, mengakibatkan beberapa pasien Covid-19 meninggal dunia.

Diakui, terjadinya over kapasitas pasien di RS rujukan, karena fasilitas kesehatan lainnya belum siap. Baik mengenai nakesnya mapun sarana dan prasaran yang juga belum memungkinkan. Karena itu, pihaknya mengajak kerjasama dan berkalobarosi dengan RS swasta untuk menangani pasien Covid-19 secara bersama-sama dan tidak bisa dilakukan sendirian.

“Tolong, masyarakat tetap hati-hati dan waspada. Walau saat ini kasus Covid-19 melandai, namun pandemi belum selesai. Karena itu, protokol kesehatan tetap ditaati dan dijalankan betul, jangan sampai kecolongan. Dan yang lebih penting lagi, vaksinasi demi kekebalan tubuh.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved