Breaking News:

Berita Surabaya

Rutin Donor hingga Puluhan Kali, Gubernur Khofifah Beri Penghargaan Satya Lencana ke 552 Pendonor

Gubernur Khofifah ingin agar ke depan ada sistem regenerasi agar anak muda menjadi semakin giat untuk melakukan donor darah

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan penghargaan Satya Lencana dan Piagam pada sebanya 552 orang pendonor sukarela yang telah mendonorkan darahnya di PMI sebanyak 75 kali, Senin (13/12/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan penghargaan Satya Lencana dan Piagam pada sebanyak 552 orang pendonor sukarela yang telah mendonorkan darahnya di PMI sebanyak 75 kali, Senin (13/12/2021).

Berlangsung di Gedung Negara Grahadi, pemberian penghargaan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo dan juga jajaran kepala OPD terkait.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah memberikan apresiasi setinggi-tingginya pada para pendonor sukarela yang hari ini disematkan penghargaan Satya Lencana.

Menurut Khofifah, apa yang dilakukan para pendonor ini adalah sebuah kegiatan yang ikhlas dilakukan yang bermanfaat dalam menyelamatkan nyawa manusia. Bahkan ia menyebut pada pendonor darah aktif ini merupakan social capital yang dimiliki Jawa Timur.

"Apa yang jenengan semua lakukan ini bisa dibilang amalan yang paling ikhlas. Karena jenengan semua tidak pernah menanyakan untuk siapa daerah yang anda donorkan akan ditransfusikan, entah untuk siapa, agamanya apa, tidak pernah," tegas Khofifah.

Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah juga menyampaikan bahwa yang sudah melakukan donor darah sebanyak 75 kali mayoritas adalah yang telah lanjut usia.

Baca juga: Gubernur Khofifah Siapkan Dapur Umum Khusus untuk Bayi Hingga Balita Korban Erupsi Gunung Semeru

Oleh sebab itu, Gubernur Khofifah ingin agar ke depan ada sistem regenerasi agar anak muda menjadi semakin giat untuk melakukan donor darah.

Salah satu caranya adalah dengan merevitalisasi Palang Merah Remaja (PMR). Dikatakan Khofifah edukasi tentang kepalangmerahan harus diedukasi sejak dini termasuk sejak sekolah di bangku SMP.

"Mereka yang masih SMP mungkin tidak langsung donor darah ya, tapi lebih ke edukasi tentang kepedulian dalam menolong sesama, itu harus disampaikan," tegasnya.

Karenanya ia akan berkoordinasi dengan Dispora dan juga Dispendik untuk pelaksanaan revitalisasi PMR di kalangan pelajar SMP maupun SMA.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved