Berita Bangkalan

Anggota Komisi V DPR RI Cium Aroma Tidak Beres pada Program Padat Karya di Akses Suramadu Bangkalan

Tujuan utama dari program padat karya adalah untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat, terutama yang mengalami kehilangan penghasilan

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Anggota Komisi V Fraksi PKB DPR RI, H Syafiudin (kiri) bersama Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bangkalan, Saleh Farhat di Pendapa Pratanu Pemkab Bangkalan, Rabu (29/12/2021) 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Anggota Komisi V Fraksi PKB DPR RI, H Syafiudin mencium aroma tidak beres setelah mendapatkan banyak laporan terkait proyek pembangunan drainase di sepanjang akses menuju Jembatan Suramadu sisi Madura minim keterlibatan masyarakat sekitar.

Salah satu laporan dari LSM dan beberapa tokoh masyarakat yang diterima H Syafi menyebutkan, pekerjaan drainase senilai Rp 5 miliar di kedua sisi akses Suramadu merupakan program padat karya yang seharusnya lebih banyak melibatkan tenaga masyarakat sekitar.

“Jangan sampai main-main dengan persoalan ini, karena semangat kita adalah bagaimana masyarakat bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan di tengah kesulitan ekonomi karena pandemi Covid-19,” tegas H Syafi kepada Surya, Rabu (29/12/2021)

Sekedar diketahui, padat karya merupakan kegiatan pembangunan yang lebih banyak menggunakan tenaga manusia jika dibandingkan dengan tenaga mesin. Tujuan utama dari program padat karya adalah untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat, terutama yang mengalami kehilangan penghasilan atau pekerjaan tetap.

H Syafi menjelaskan, Komisi V DPR RI bersama Kementerian PUPR telah bersepakat untuk pembangunan-pembangunan yang berbentuk padat karya harus melibatkan masyarakat bukan malah disub kontraktorkan

“Semangat dari program padat karya itu adalah melibatkan masyarakat yang tidak bekerja, meski bukan tenaga teknis. Semisal menggali gorong-gorong atau apa saja,” jelas Ketua DPC PKB Kabupaten Bangkalan itu.  

Baca juga: Hasil Sementara Final Piala AFF 2020 Indonesia Vs Thailand, Babak Pertama Thailand Unggul 0-1

Selain itu, H Syafi juga menyoroti adanya laporan kwalitas dari batu yang diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB). Termasuk periode pekerjaan yang sampai saat ini sudah memasuki deadline.  

Untuk itu, lanjutnya, Komisi V menekankan pihak Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) segera melakukan efektivitas dan monitoring singkat terkait dengan masa pekerjaan proyek sepanjang jalur Madura, Bangkalan-Sumenep.

“Pekerjaan drainase khusus di sepanjang akses Suramadu senilai Rp 5 miliar dan harus selesai tahun ini. Karena pada APBN 2022 kami sudah bersepakat akan menambah lagi anggaranya,” pungkas politisi kelahiran Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan itu. (edo/ahmad faisol)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved