Berita Sampang

Peredaran Narkoba di Angka 131 Kasus di 2021, BNK Sampang Sebut Mako Brimob Dapat Tekan Angka itu

Ketua BNK Sampang, Abdullah Hidayat mengatakan, bahwa selama ini kasus peredaran narkoba yang paling banyak ditemukan di sisi wilayah Utara Sampang

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sampang, Abdullah Hidayat. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Peredaran narkoba di Kabupaten Sampang, Madura masih marak terjadi, bahkan selama 2021 tercatat ada sebanyak 137 kasus yang ditangani pihak kepolisian setempat.

Maka dari itu, upaya demi upaya dilakukan salah satunya oleh Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sampang untuk menekan angka peredaran narkoba di Kota Bahari.

Salah satu strategi yang dinilai efektif adalah meningkatkan kapasitas keamanan dengan cara dibangunnya Markas Komando (Mako) Brimob di salah satu wilayah berstatus rawan.

Ketua BNK Sampang, Abdullah Hidayat mengatakan, bahwa selama ini kasus peredaran narkoba yang paling banyak ditemukan di sisi wilayah Utara Kabupaten Sampang, terutama di Kecamatan Sokobanah.

Maka dari itu, untuk pembangunan Mako Brimob tersebut berlokasi di wilayah utara, bahkan lahannya sudah disiapkan.

Baca juga: Doddy dan Puput Ketahuan Bohong, Tak Kompak Ditanya Soal Jumlah Asuransi Vanessa, Ayah Bibi: Udahlah

"Untuk lahannya sudah dibebaskan dan  sebelumnya sudah ditinjau oleh pihak Mabes Polri," ujarnya.

Pria yang juga menjabat Wakil Bupati Sampang itu memastikan jika realisasi pembangunan Mako Brimob terus diupayakan oleh pemerintah daerah.

Salah satunya mengajukan kepada Menkopolhukam Mahfud MD saat menggelar Kunjungan Kerja (Kunker) ke Sampang kemarin.

"Pada saat Menkopolhukam Mahfud MD datang ke Sampang, yang paling ditekankan Bapak Bupati ada dua realisasi Pembangunan Mako Brimob dan Jalan Lintas Selatan Madura," terangnya.

"Mudah-mudahan rencana pembangunan ini cepat terealisasi karena tidak hanya menekan peredaran narkoba di Sampang saja melainkan se Madura," imbuhnya.

Lebih lanjut, untuk menekan peredaran narkoba, pihaknya tentu tidak mengandalkan rencana pembangunan Mako Brimob saja.

Adapun upaya lainnya yang sudah dilakukan dan akan lebih ditingkatkan lagi kedepannya adalah memberikan pemahaman terhadap para pemuda di Sampang.

Tentunya dengan menyasar anak bangsa yang ada di lingkungan sekolah serta pondok pesantren agar tidak menyentuh barang haram tersebut.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved