Sejarah

Bukti Kerajaan Mataram Kuno, Kerajaan Besar di Indonesia, Arsitektur dan Karya Seninya Luar Biasa

Kerajaan yang juga bernama kerajaan Medang ini dulunya dikuasai oleh tiga dinasti: Sanjaya, Syailendra dan Isyana.

Editor: Aqwamit Torik
Wikipedia.org
Relief di Borobudur menampilkan Raja dan Ratu dengan segenap abdi pengiringnya. Kemungkinan besar dibuat berdasarkan istana wangsa Sailendra sendiri. 

Bait 10-11: Pengganti raja Sanna yaitu putranya bernama Sanjaya yang diibaratkan dengan matahari. Kekuasaan tidak langsung diserahkan kepadanya oleh raja Sanna tetapi melalui kakak perempuannya (Sannaha)

Bait 12: Kesejahteraan, keamanan, dan ketentraman Negara. Rakyat dapat tidur di tengah jalan, tidak usah takut akan pencuri dan penyamun atau akan terjadinya kejahatan lainnya. Rakyat hidup serba senang.

Prasasti selanjutnya adalah prasasti Kalasan yang dibuat tahun 778 M.

Prasasti ditemukan di Desa Kalasan, Sleman.

Prasasti ditulis dengan huruf Pranagari dan bahasa Sansekerta.

Huruf Pranagari adalah huruf dari India Utara.

Prasasti menyebutkan jika para guru raja Syailendra berhasil memperoleh persetujuan Maharaja Dyah Pancapana Panamkarana (Kariyana Panamkarana) atas permintaan keluarga Syailendra, untuk membangun bangunan suci bagi Dewi Tara dan sebuah biara bagi para pendeta, serta penghadiahan desa Kalasan untuk para Sangha.

Sangha adalah komunitas kebiarawan dalam agama Buddha.

Sumber sejarah lainnya meliputi candi-candi yang dibangun kerajaan Mataram Kuno, yaitu Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Kalasan, Candi Plaosan, Candi Arjuna, Candi Bima, Candi Sewu, Candi Mendut, Cando Semar, hingga Candi Srikandi.

Candi-candi ini menjadi bukti bahwa era Kerajaan Mataram Kuno menghadirkan arsitektur dan karya seni yang luar biasa.

Artikel ini telah tayang di Intisari Online

Sumber: Intisari
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved