Wabah Virus Corona

Hasil Penelitian Varian Omicron, Kurangi Akurasi Alat Rapid Antigen, WHO Sarankan Alat Deteksi Lain

Virus corona varian Omicron merupakan varian tingkat mutasi tinggi pada gen bagian S atau Spike yang berdampak kemampuan deteksi alat uji diagnostik.

Penulis: Ayu Mufidah | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA.COM/Tony Hermawan
Virus corona varian Omicron dapat mengurangi kemampuan akurasi deteksi alat uji diagnostik. 

TRIBUNMADURA.COM - Indonesia menghadapi Covid-19 varian Omicron.

Virus Omicron telah masuk ke Indonesia sejak akhir 2021 lalu.

Kasus pertama Omicron di Indonesia diduga dari seorang WNI yang pulang dari Nigeria.

Selanjutnya, kasus-kasus lain dari virus Omicron ditemukan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menjelaskan, virus Omicron merupakan varian tingkat mutasi tinggi pada gen bagian S atau Spike.

Hal ini berdampak kemampuan deteksi alat uji diagnostik, terutama yang menggunakan target Gen S untuk mendeteksi virus.

Di Idonesia saat ini menggunakan setidaknya 2 jenis alat uji, yakni rapid antigen yang banyak digunakan keperluan scanning dan tes molekuler atau Nucleic Acid Amplification Test (NAAT) seperti pemeriksaan Real Time PCR (RT-PCR)

Akibatnya, varian Omicron terhadap alat uji khususnya rapid antigen diduga berkurang.

Baca juga: Kasus Pertama Varian Omicron di Surabaya Punya Riwayat Liburan ke Bali, Warga Diingatkan soal Prokes

Pernyataan tersebut bersumber dari berbagai organisasi kesehatan seperti WHO dan Center For Disease Control (CDC)

Pernyataan yang dikeluarkan pada Desember 2021 itu menyebutkan bahwa kemampuan antigen dalam mendeteksi varian omicron masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

"Rapid antigen masih ada kemugkinan masih bisa mendeteksi adanya infeksi, namun akurasi bisa berkurang," kata Wiku Adisasmito pada konferensi virtual, Rabu (5/12/2021).

Kedua, alat uji berbasis NAAT, seperti PCR bekerja dengan mendeteksi material genetik dari virus.

Sejak awal pandemi, organisasi kesehatan dunia atau WHO menyarankan menggunakan alat uji berbasis NAAT yang memiliki target gen lebih dari satu.

"Dalam kasus Omicron, memiliki banyak perubahan pada gen S. Penggunaan alat uji NAAT yang hanya menargetkan Gen S berpotensi gagal dalam mendeteksi varian Omicron," kata Wiku menambahkan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved