Tradisi Aneh Suku di Madagaskar, Bawa Jenazah Menari dan Diarak Berkeliling, Dilakukan Turun Temurun

Suku Merina memiliki tradisi aneh dengan membawa jenazah menari dan berpesta yang dilakukan turun temurun.

Penulis: Ayu Mufidah | Editor: Mujib Anwar
www.bbc.com
Tradisi atau ritual bernama famadihana yang dilakukan Suku Merina, Madagaskar 

Anggota keluarga kemudian merencanakan perjalanan dua hari untuk melakukan perjalanan bermil-mil jauhnya dari kampung halaman.

Di sana, mereka merayakan pesta dengan orang mati.

Orang-orang lantas akan mengemas makanan, alkohol, dan pakaian baru untuk merayakannya.

Bukan hanya menggali kuburan leluhur, orang-orang juga akan mengganti kain kafan jenazah dengan yang baru.

Setiap anggota keluarga akan menggali kuburan leluhur mereka.

Dengan hati-hati, mereka mengeluarkan jenazah leluhur dari makam.

Leluhur yang sudah meninggal kemudian dibaringkan di tanah dimana kain lamanya dibersihkan dengan kain lembab dan dikeringkan.

Kain sutra baru dililitkan di tubuh mayat setelah kain lama mengering.

Kain sutra diikat erat untuk menjaga keutuhan tubuh leluhur yang telah meninggal.

Setelah itu, barulah jenazah leluhur dapat menikmati pesta.

Meski kembali 'bertemu' dengan jenazah leluhur, tidak ada raut kesedihan pada wajah anggota keluarga.

Mereka justru menyambut jenazah dengan suka cita.

Famadihana membawa kebahagiaan dan berkah yang luar biasa bagi masyarakat suku itu.

Selanjutnya, setiap keluarga suku Merina mengangkat mayat leluhur mereka sambil menari mengikuti irama lagu.

Orang-orang suku Madagaskar sangat percaya pada konsep akhirat.

Itulah sebabnya mereka memperbarui utilitas di dalam kuburan leluhur mereka yang telah meninggal setiap tujuh tahun.

Mereka ingin meringankan kehidupan kedua orang yang meninggal di alam kubur.

Caranya, dengan memberikan segala sesuatu yang bisa memudahkan jenazah di akhirat.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved