Berita Tuban

Baru Dibeli, Knalpot Milik Pemuda Tuban ini Terpaksa Dipotong, Pemilik Pasrah Kena Razia Tahun Baru

Pemuda asal Tuban ini baru membeli knalpot tapi harus dibongkar setelah motornya kena razia polisi.

Penulis: Mohammad Sudarsono | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/M SUDARSONO
Sejumlah kendaraan motor tidak standar yang diamankan saat tahun baru kini telah diambil di Mapolres Tuban, Minggu (9/1/2022) 

TRIBUNMADURA.COM, TUBAN - Aksi M Falah Prayoga (19) membeli knalpot baru untuk sepeda motornya berujung sia-sia.

Knalpot yang baru dibelinya itu terpaksa harus dipotong setelah satu pekan dipasang.

Pemuda asal Desa Sembungrejo, Kecamatan Merakurak itu, melakukannya setelah terjaring razia balap liar saat malam Tahun Baru.

Saat itu, ia tertangkap basah menggunakan sepeda motor knalpot brong saat Satlantas Polres Tuban melakukan razia.

Akibatnya, motor vixion warna putih kombinasi miliknya harus dibawa di Mapolres Tuban bersama dengan puluhan motor lainnya.

Bahkan, polisi membuat efek jera dengan cara kendaraan harus dituntun pemiliknya dengan jarak sekitar 7 kilometer.

"Motor dibawa saat terjaring razia, kita tuntun. Sudah satu minggu ini," katanya saat pengambilan kendaraan di Mapolres Tuban, Minggu (9/1/2022).

Baca juga: 1 Pekan Diamankan, Motor Hasil Razia Tahun Baru di Tuban Dikembalikan, Ini Syarat Pengembaliannya

Ia menjelaskan, jika motornya telah dimodifikasi sedemikian seperti motor kontes.

Di antaranya menggunakan ban kecil, tanpa spion dan dipasang knalpot brong.

Alhasil, knalpot yang baru dibelinya belum lama itu harus dicopot dan dipotong dengan mesin yang disediakan polisi.

Iapun tak mempermasalahkan hal tersebut, terpenting motornya bisa kembali dibawa pulang.

"Baru beli harganya Rp 600 ribu, tidak masalah dipotong yang penting motor bisa keluar," terang siswa kelas 3 SMA itu.

Sementara itu, orang tua Falah, Masrukan menyatakan, sudah beberapa kali menasihati anaknya agar tidak melakukan hal aneh terkait aksi motor.

Dengan adanya kejadian ini, ia akan melakukan pengawasan ketat terhadap putranya tersebut agar tidak kembali terjaring razia.

"Sudah berkali-kali saya melarang, ke depan akan saya awasi ketat," ungkapnya saat mendampingi mengambil motor.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved