Breaking News:

Berita Sampang

Pandemi Disebut Jadi Pemicu Utama Meningkatnya Angka Kemiskinan di Sampang, BPS Beri Penjelasan

Data yang dihimpun melalui Badan Pusat Statistik (BPS) Sampang, angka kemiskinan meningkat sampai 23,76 persen pada 2021.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Sampang, Jalan KH. Wahid Hasyim, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait harus meningkatkan upaya dalam menekan angka kemiskinan di Kabupaten Sampang, Madura.

Langkah tersebut dilakukan lantaran angka kemiskinan di daerah yang berjuluk Kota Bahari ini merangkak naik.

Terbukti, data yang dihimpun melalui Badan Pusat Statistik (BPS) Sampang, angka kemiskinan meningkat sampai 23,76 persen pada 2021.

Koordinator Fungsi Sosial BPS Sampang, Wahyu Wibowo mengatakan bahwa, bahwa untuk angka kemiskinan di wilayah Sampang pada 2020 mencapai 22,78 persen dari jumlah penduduk yang ada.

"Jadi angka kemiskinan mengalami kenaikan 0,98 persen pada 2021 bila dibandingkan pada 2020," ujarnya.

Baca juga: Hidupnya Tak Diharapkan, Ken Arok Justru Menjelma Menjadi Raja Singasari Berkat Keris Mpu Gandring

Menurutnya, pemicu naiknya angka kemiskinan disebabkan pandemi virus corona (Covid-19) yang tak kunjung berakhir.

Sehingga membuat harga barang untuk kebutuhan pokok makanan tidak stabil, alias belum turun.

Kata Wahyu Wibowo, standar garis kemiskinan berdasarkan kondisi ekonomi tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok makanan dan non makanan di daerah Sampang.

Adapun, cara mengetahui terhadap garis kemiskinan warga, pihaknya melakukan survei dan menghitung dengan cara makro melakui melihat pengeluaran ekonomi untuk kebutuhan masyarakat di lapangan.

"Nilai kebutuhan pokok yang dikeluarkan warga, rata-rata ditemukan sebesar Rp 391 ribu perkapita atau perorang setiap bulan," terangnya

"Sedangkan pengeluaran di bawah Rp 391 ribu, berarti dapat dinyatakan sebagai warga miskin," imbuhnya.

Lebih lanjut, Wahyu Wibowo menyampaikan kenaikan kemiskinan sangat terasa sejak 2019 sampai 2021.

"Sementara beberapa tahun sebelumnya, angka kemiskinan di Kabupaten Sampang sempat mengalami penurunan secara signifikan," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved