Breaking News:

Berita Surabaya

Respon Gubernur Khofifah Indar Parawansa, saat Dihubungi Gus Yahya Jadi Ketua Tanfidziyah PBNU

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa ia memang dihubungi langsung oleh Gus Yahya terkait posisi yang kini ia jabat

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Samsul Arifin

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Nama Khofifah Indar Parawansa masuk dalam jajaran Susunan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang resmi diumumkan oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, di Jakarta, Rabu (12/1/2022) siang.

Pasalnya dalam jajaran susunan pengurus PBNU masa khidmah 2022-2027, nama Khofifah Indar Parawansa resmi diumumkan menjabat sebagai salah satu Ketua Tanfidziyah PBNU

Di jajaran ketua dalam pengurus harian tanfidziyah PBNU, selain nama Khofifah juga ada nama Alissa Qotrunnada Wahid. 

Saat diwawancara di Gedung Negara Grahadi, Rabu (12/1/2021), Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa ia memang dihubungi langsung oleh Gus Yahya terkait posisi yang kini ia jabat. 

"Beberapa waktu yang lalu saya ditelfon memang oleh Gus Yahya beberapa kali. Lalu saya tanya, memasukkan perempuam dalam struktur keketuaan PBNU bagaimana dengan rais aam," kata Khofifah. 

"Pasti kan ini semua di dalam otoritas rais aam untuk memutuskan, dengan memusyawarahkan  dengan ketum tanfidiyah. Maka menurut beliau ini juga atas usulan Gus Mus, bahwa sudah saatnya di PBNU itu ada perempuan. Sudah dengan persetujuan ya begitulah," lanjutnya. 

Tak sampai di sana, dalam diskusi yang dilakukan melalui beberapa sambungan telepon, Khofifah telah menyampaikan bahwa saat ini ia juga tengah menjalankan amanah sebagai pejabat publik yaitu sebagai Gubernur Jawa Timur. Ia menanyakan terkait bagaimana kebijakan PBNU atas amanah tersebut. 

"Kedua kalau jadi, saya juga meminta agar dipertimbangkan untuk jajaran ketua maka harus ada pengurus lain yang perempuan. Apakah jajaran ketua, kesekjenan kebendaharaan harus ada perempuan lain," tegas Khofifah.

Ini karena dalam tradisi dalam NU kerap dilakukan forum forum rapat yang didominasi laki-laki. Oleh sebab itu ia meminta agar dipertimbangan ada sejumlah perempuan yang juga masuk dalam kepengurusan PBNU

"Saya rasa tradisi untuk rapat, kemudian perjalanan keluar daerah. Kalau NU itu umum biasa banyak juga perempuan, kalau forum biasa penuh muslimat fatayat. Tapi kalau rapat laki-laki semua. Saya minta kalau jadi, maka harus ada pengurus yang perempuan lain," tegasnya. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved