Berita Jawa Timur

Gubernur Khofifah Tegaskan Tak Ada Gempa di Jawa Timur, Kondisi Malang dan Blitar Dipastikan Aman

Hal ini disampaikan Khofifah Indar Parawansa sekaligus memastikan tidak ada kejadian bencana gempa di Jawa Timur.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TribunMadura.com/Fatimatuz Zahroh
Gubernur Jawa Timur Khofifah memastikan tidak ada kejadian bencana gempa di Jawa Timur. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memastikan, Jawa Timur saat ini dalam kondisi yang aman.

Hal ini disampaikan Khofifah Indar Parawansa sekaligus memastikan tidak ada kejadian bencana gempa di Jawa Timur.

Sebelumnya, muncul kabar jika terjadi bencana gempa di Kabupaten Malang dengan magnitudo 3,5 SR pada Jumat (21/1/2022) pagi.

“Alhamdulillah kondisi di Jawa Timur saat ini aman. Dan kita berdoa agar Allah selalu menjaga bumi Jawa Timur dalam lindunganNya,” kata Gubernur Khofifah, Sabtu (22/1/2022) pagi.

Pihaknya juga telah melakukan klarifikasi dan kroscek pada Bupati Malang dan Bupati Blitar terkait kabar gempa tersebut dan mendapatkan jawaban yang sama bahwa di daerah tersebut tidak ada bencana gempa.

Baca juga: Sekolah Dasar di Mojokerto Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai, Kegiatan Siswa Terpaksa Dihentikan

“Saya juga sudah kroscek ke Bupati Malang dan Bupati Blitar serta BPBD Provinsi Jawa Timur mereka menyampaikan bahwa di Malang misalnya, sesuai informasi Bupati Malang ada grup WA yang anggota adalah camat se-kabupaten Malang," tutur dia.

"Kemarin bahkan sampai pagi ini, tidak ada laporan gempa. Begitu pula Bupati Blitar,” tambahnya.

Lebih lanjut, wanita yang juga mantan Menteri Sosial dan mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini. mengajak seluruh warga Jawa Timur untuk waspada.

Pasalnya dalam rentang bulan ini hingga beberapa bulan ke depan masih ada potensi terjadinya cuaca ekstrem.

BMKG juga telah memberikan warning pada Jawa Timur bahwa potensi bencana akibat fenomena La Nina dan potensi bencana hidrometeorologi masih akan berlangsung.

Bahkan diprediksi hingga bulan April curah hujan masih berpotensi turun sangat tinggi.

Oleh sebab itu mitigasi bencana, kewaspadaan, dan gotong royong diharapkan bisa menjadi hal yang diprioritaskan dalam waktu-waktu ini hingga ke depan.

“Saya minta seluruh masyarakat di semua kabupaten kota di Jawa Timur untuk terus waspada. Masyarakat dan pemerintah harus bekerja sama bergotong royong dalam melakukan mitigasi bencana,” tegasnya.

Salah satu contoh terkecil, diimbau Khofifah, masyarakat bisa bersama sama aktif mengecek kondisi kebersihan lingkungan sungai, saluran air, dan juga melakukan perantingan pada pohon-pohon yang sudah rentan tumbang.

Antisipasi dalam bentuk terkecil saat mitigasi bencana sangat diperlukan guna mencegah potensi dampak bencana yang lebih besar.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved