Berita Pamekasan

Sempat Ancam Datangkan Massa, Jemaah Habib Yusuf Alkaf Minta Maaf ke Polres Pamekasan, ini Alasannya

Sempat mengancam akan datangkan massa yang lebih banyak, Perwakilan jemaah Habib Yusuf Alkaf kini telah minta maaf ke Polres Pamekasan

Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian dan Youtube Habib Yusuf Alkaf
(kiri) Perwakilan jemaah Habib Yusuf Alkaf minta maaf ke Polres Pamekasan dan (kanan) sosok Habib Yusuf Alkaf 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Jemaah yang sempat meminta Habib Yusuf Alkaf dibebaskan, kini meminta maaf ke Polres Pamekasan.

Diketahui sebelumnya, Habib Yusuf Alkaf ditangkap oleh polisi saat sedang berada di Sampang.

Habib Yusuf Alkaf ditangkap akibat kasus dugaan pencabulan yang dilakukannya terhadap dua anak didiknya.

Pasca penangkapan itu, jemaah sempat meminta polisi agar Habib Yusuf Alkaf dibebaskan.

Tak hanya itu, jemaah juga sempat mengancam jika permintaannya tak diindahkan massa akan berdatangan lebih banyak lagi.

Kronologi kasus tersebut lalu sudah diungkap.

Polisi kemudian menetapkan Habib Yusuf Alkaf sebagai tersangka kasus pencabulan.

Usai mengetahui kasus dugaan pelecehan seksual yang menjerat Habib Yusuf Alkaf, kini para jemaah diketahui tak lagi mendatangi Polres Pamekasan.

Baca juga: Kapolres Pamekasan Pastikan Penahanan Habib Yusuf Alkaf, 2 Korban dapat Dampingan Psikilogis

Hal ini diketahui, setelah perwakilan tokoh dari jamaah Habib Yusuf Alkaf mendatangi Polres Pamekasan untuk memberikan permintaan maaf. 

Permohonan maaf itu disampaikan oleh Suhri, warga Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura.

Saat menyampaikan permohonan maaf itu, Suhri didampingi sejumlah tokoh masyarakat Sampang, salah satunya H. Gunjek.

Permohonan maaf tersebut mereka sampaikan di Kantor Satreskrim Polres Pamekasan.

Suhri menyampaikan, penanganan kasus yang dialami Habib Yusuf Alkaf, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke Polres Pamekasan.

"Kami sudah memahami atas perkara Habib Yusuf Alkaf," kata Suhri, Senin, (31/1/2022).

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved