Berita Jawa Timur

20 Daerah di Jatim Terapkan PTM 50 Persen, Gubernur Khofifah Minta Siswa yang Batuk Tak Masuk Kelas

Sebanyak 20 daerah kabupaten/kota di Jawa Timur menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan 50 persen kapasitas kelas.

TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di sela operasi pasar murah minyak goreng di Gresik, Jumat (4/2/2022). 

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK- Sebanyak 20 daerah kabupaten/kota di Jawa Timur dipastikan menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan 50 persen kapasitas kelas.

Ke-20 daerah tersebut adalah daerah yang saat ini berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No 07 Tahun 2022 masuk di PPKM Level 2.

Sebanyak 20 kabupaten/kota itu adalah Kabupaten Tulungagung, Situbondo, Ngawi, Madiun, Lumajang, Kota Malang, Kota Blitar.

Kemudian, Kota Batu, Kabupaten Kediri, Jombang, Bondowoso, Tuban, Sumenep, Sampang, Nganjuk, Malang, Kota Pasuruan, Kabupaten Jember, Bojonegoro, dan Bangkalan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, penerapan PTM 50 persen di 20 daerah tersebut mengacu pada Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nomor 2 Tahun 2022 tentang Diskresi Pelaksanaan Keputusan Bersama 4 Menteri tentang paduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi covid-19, yang diterbitkan tanggal 2 Februari 2022.

"Saya ingin sampaikan bahwa PTM di daerah-daerah yang kategori PPKM level dua, ada SE Mendikbud-Ristek baru yang terbit 2 Februari 2022 bahwa untuk yang statusnya PPKM Level 2 diharapkan langsung penyesuaian PTM 50 persen dari total kapasitas kelas," kata Khofifah saat wawancara di sela operasi pasar murah minyak goreng di Gresik, Jumat (4/2/2022).

Bagi yang PTM, secara khusus Gubernur Khofifah mengingatkan, jika sudah ada gejala batuk pilek guru dan siswa langsung swab dan dilarang untuk mengikuti PTM.

"Ini untuk antisipasi dan preventif semua pihak pokoknya batuk sudah jangan masuk, jangan PTM. Kalau ada kasus di kelas, maka harus sudah di tracing, siapa saja yang kontak erat, maka segera swab antigen lanjut PCR.

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, bagi daerah yang menerapkan PPKM level 1 dan 3 masih mengikuti aturan di SKB 4 menteri.

Terdapat 17 kabupaten/kota bersama PPKM Level 1, yaitu Kabupaten Trenggalek, Sidoarjo, Ponorogo, Pacitan, Magetan, Kota Surabaya, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Kediri.

Lalu, Kabupaten Blitar, Banyuwangi, dan Probolinggo. Sementara untuk PPKM Level 3 di Jatim berada di Kabupaten Pamekasan.

"Pelaksanaan PTM Terbatas pada satuan pendidikan yang berada di daerah dengan PPKM level I dan level 3 tetap mengikuti ketentuan dalam Keputusan Bersama 4 (empat) Menteri," kata orang nomor satu di Jatim.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa izin dari orangtua atau wali murid tetap menjadi kunci. Hal itu juga tercantum dalam SE Mendikbud-Ristek tersebut.

Orang tua atau Wali Murid diberikan pilihan atau opsi untuk tetap mengizinkan anaknya mengikuti PTM terbatas atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

"Orang tua diberikan opsi apakah mengizinkan anaknya mengikuti PTM terbatas atau pembelajaran jarak jauh," tegasnya.

Sementara itu, Khofifah juga meminta jajaran Pemprov Jatim, Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Timur tetap melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap penyelenggaraan PTM terbatas.

Pengawasan dan Pembinaan kaitan dengan penerapan dan survei kepatuhan pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes).

"Semua jajaran Pemprov Jatim maupun Pemkab/pemko harus tetap melakukan pengawasan pelaksanaan penerapan prokes di wilayah masing-masing, ini harus kembali dikuatkan, jangan sampai kendor. Prinsip PTM harus tetap mengedepankan perlindungan keselamatan guru dan siswa," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved