Berita Kediri

Harga Minyak Goreng Turut Menjadi Pendorong Inflasi di Kota Kediri, Simak Rinciannya

Angka inflasi tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan pada Bulan Desember 2021 yang mencapai 0,74.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/M Rifky Edgar
Pedagang sembako di pasar Besar Kota Malang. Akui jual stok lama harga minyak belum turun, bingung saat dibandingkan oleh pembeli 

TRIBUNMADURA.COM, KEDIRI - Angka inflasi Kota Kediri pada Januari 2022  terpantau dalam level aman.

Inflasi sebesar 0,43 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,56. 

Angka inflasi tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan pada Bulan Desember 2021 yang mencapai 0,74.

Lilik Wibawati, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, angka inflasi Kota Kediri di bawah Jawa Timur dan Nasional.

Provinsi Jawa Timur angka inflasinya 0,46 dan Nasional 0,56.

Ada 10 komoditas yang menyebabkan inflasi, antara lain: beras (0,087 persen), daging ayam ras (0,066 persen), kontrak rumah (0,059 persen), rokok kretek filter (0,038 persen), upah asisten rumah tangga (0,027 persen), bedak (0,026 persen), apel (0,024 persen), soto (0,023 persen), tomat (0,022 persen) dan minyak goreng (0,022 persen).

Baca juga: Minyak Goreng Harga Rp 11.500 Per Liter Baru Datang Hari Ini, Warga di Kota Blitar Serbu Toko

Kenaikan harga minyak goreng yang menjadi pendorong inflasi dikarenakan pasokan minyak goreng murah di pasar tradisional dan toko kelontong belum terdistribusi.

Sementara ada 10 komoditas penghambat inflasi, antara lain: cabe rawit (-0,087 persen), air kemasan (-0,048 persen), cabai merah (-0,044 persen), buah naga (-0,019 persen), telur ayam ras (-0,019 persen), biaya administrasi transfer (-0,013 persen), bayam (-0,012 persen), kacang panjang (-0,008 persen), kangkung (-0,007 persen), dan terong (-0,004 persen).

BPS menghimbau kepada Pemkot Kediri untuk tetap waspada terkait angka inflasi di Bulan Februari.

 “Kita harus waspada terhadap datangnya varian Omicron, karena jika ada penambahan penyitas Covid-19, tidak menutup kemungkinan akan diberlakukan PPKM sehingga mengurangi aktivitas perekonomian masyarakat," jelasnya.

Sementara kenaikan cukai juga menyebabkan naiknya harga rokok.

Selain itu terkait perubahan iklim tidak menutup kemungkinan menghambat produktivitas komoditas pertanian.

Saat ini perekonomian di Kota Kediri tengah bergerak ke arah yang lebih baik.

Diharapkan selalu berkoordinasi dan berkolaborasi dalam mengendalikan inflasi pada bulan-bulan berikutnya. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved