Kecelakaan Lalu Lintas

Dump Truk Tabrak Bus Peziarah di Lamongan, 10 Orang Jadi Korban, Ini Kronologinya

pasca kejadian tabrakan ada beberapa penumpang bus yang mengalami luka, Saat ini semua korban sudah pulang kembali ke Kabupaten Bogor

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Samsul Arifin
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Kondisi bus yang ditabrak dump truk akibat tak kuat menanjak di Dusun Belik depan SPBU Brondong, jalan daendels, Selasa (15/2/2022) malam. 

TRIBUNMADURA.COM, LAMONGAN - Sopir dump truk nahas yang gagal menanjak dan menabrak dari belakang bus rombongan peziarah resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Kasatlantas Polres Lamongan, AKP Aristianto Budi Sutrisno mengatakan,  pasca kejadian tabrakan ada beberapa penumpang bus yang mengalami luka. Saat ini semua korban sudah pulang kembali ke Kabupaten Bogor setelah sempat menjalani perawatan medis di Puskesmas Brondong dan RSUD dr Soegiri.

"Korban kecelakaan tinggal 4 orang yang dirawat di RSUD Soegiri, yang lain sudah pulang," kata Aris, Kamis (17/2/2022).

Aris juga membenarkan jika  sopir dump truk sudah ditetapkan sebagai. "Sopir truk sudah kami tetapkan sebagai tersangka," kata Aris. 

Sementara, terkait cek fisik kendaraan truk bersama dengan Dinas Perhubungan yang rencana hari ini dilaksanakan tertunda.

Cek fisik truk dimaksudkan untuk mengetahui apakah truk termasuk dalam Over Dimension Over Loading (ODOL) atau tidak itu akan diagendakan pada waktu berikutnya.

Baca juga: Isuzu Panther Tabrak Tiang PJU di Kaliwates Jember, Pengemudi Salah Injak Pedal, Tak Ada Korban Jiwa

"Belum (cek fisik kendaraan), ini masih kita agendakan pada hari yang lain," katanya.

Dari hasil pemeriksaan, sang sopir mengaku pada saat insiden ia mengangkut pasir  silica  itu melebihi dari berat muatan yang semestinya. 

Seharusnya,  sesuai dengan buku,  berat muatan yang diperbolehkan itu 24 ton. Tapi dump truk yang dikemudikan Riko Setyo Budi itu mengangkut pasir silica seberat 35 ton.

Korban Dirawat Tersisa 4 Orang

Sementara itu, 3 dari 7 korban sudah diperbolehkan pulang. Dan kini tinggal 4 orang korban  yang masih dirawat di RSUD dr Soegiri Lamongan dalam proses pemulihan.

Humas RSUD dr Soegiri Lamongan,  Tadi menuturkan,  saat ini masih ada 4 orang korban tabrakan antara bus rombongan peziarah asal Kabupaten Bogor dengan truk tronton di Jalur Daendles, yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soegiri Lamongan

Keempat korban yang masih dirawat di RSUD dr Soegiri adalah, Enjuh Juhaeriyah (62) dan Abdul Rojak (62), keduanya warga Desa Cimayang, Kecamatan Pamijahan, Bogor. Kemudian Tamilah (54), warga Desa Gunung Menyan, Kecamatan Pamijahan, dan Pongki Lesmana (49), warga Desa Cibeber, Kecamatan Leuwiliang, Bogor.

Baca juga: Detik-Detik Mobil Suzuki Escudo Terbakar, saat Tengah Melintas di Jalan Trunojoyo Sumenep

"Mereka  masih opname di tempat kami," kata Tadi saat dihubungi wartawan, Kamis (17/2/2022).

Tadi menjelaskan, ke 4 pasien membutuhkan perawatan medis dikarenakan patah tulang yang dialami pasca kejadian. Bahkan, salah satu dari empat pasien yang saat ini dirawat diketahui terpapar Covid-19, dan harus  ditempatkan di ruang isolasi.

Diberitakan sebelumnya, dump truk tronton  nopoli H 1587 VL yang dikemudikan Riko Setyo Budi tidak kuat melewati tanjakan di Jalur Daendles, Lamongan, Selasa (15/2/2022) malam.

Truk kemudian mundur dan menabrak bus rombongan peziarah  nopol T 7810 AB yang dikemudikan oleh Jainudin, yang ditumpangi 30 orang peziarah Wali Songo asal Kabupaten Bogor.

Dalam kejadian  itu, 10 orang mengalami luka, 7 dirawat di RSUD dr Soegiri dan kini tinggal 4 korban yang masih dirawat. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved