Berita Surabaya

Gus Yahya Tegaskan Sikap PBNU, Ingatkan tak Terlibat Politik Praktis, 'Tak Boleh Ada Nama Lembaga"

Sikap ini memang bukan kali pertama diucapkan Gus Yahya untuk memisahkan organisasi terbesar tersebut agar tidak terseret kepentingan politik praktis

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Samsul Arifin
Tribunmadura.com/Yusron Naufal Putra
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat ditemui disela kegiatan di Surabaya. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf kembali menegaskan pihaknya secara kelembagaan tidak akan membuat sikap politik dukung mendukung di Pilpres 2024. 

Secara institusi, PBNU berkomitmen tak akan terseret pada kepentingan politik praktis

"(Dukungan) Atas nama lembaga tidak boleh. Kalau pribadi silakan, asalkan bertanggung jawab. Tapi, kalau atas nama lembaga tidak boleh," kata Gus Yahya kepada wartawan disela kegiatan di Surabaya, dikutip Kamis (17/2/2022). 

Sikap ini memang bukan kali pertama diucapkan Gus Yahya untuk memisahkan organisasi terbesar tersebut agar tidak terseret kepentingan politik praktis. 

Baca juga: Perayaan Harlah ke-99 NU, Ketum PBNU Silaturrahmi ke Kapolda Jatim, Polri & PBNU Pakem Sejak Lama

Bahkan sebelumnya, beberapa PCNU sempat dipanggil dan ditegur lantaran terdapat indikasi dukung mendukung untuk Pilpres. 

Gus Yahya menegaskan untuk tahun politik 2024, PBNU secara lembaga tidak akan membuat sikap mendukung figur-figur tertentu. Menurut Gus Yahya hal itu bertujuan agar NU secara institusional tidak terlibat. 

Jika ada pengurus PBNU yang berniat maju kontestasi, maka harus terlebih dahulu mundur dari jajaran kepengurusan. "Supaya PBNU jangan sampai ada keterlibatan institusional," terangnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved