Berita Surabaya

Ruma 2 Lantai di Ngagel Terbakar Hebat, Ditinggal Penghuni, Warga Bantu Petugas Padamkan Api

Warga setempat Joko mengungkapkan, dirinya pertama kali mendapati adanya asap hitam tebal menyeruak dari bangunan rumah tersebut

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/LUHUR PAMBUDI
Saat petugas PMK Surabaya padamkan rumah dua lantai di Jalan Ngagel Jaya Tengah No 33, Pucang Sewu, Gubeng, Surabaya, yang terbakar sekitar pukul 16.00 WIB, Jumat (25/2/2022) 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Sebuah rumah dua lantai di Jalan Ngagel Jaya Tengah No 33, Pucang Sewu, Gubeng, Surabaya, terbakar sekitar pukul 16.00 WIB, Jumat (25/2/2022). 

Pantauan TribunJatim.com di lokasi, sekitar pukul 15.57 WIB, api sudah berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam dengan mengerahkan truk pemadam. 

Informasinya, rumah tersebut dihuni oleh Hendrik bersama adiknya bernama Lucki yang berusia kisaran 30 tahun. 

Warga setempat Joko mengungkapkan, dirinya pertama kali mendapati adanya asap hitam tebal menyeruak dari bangunan rumah tersebut sekitar pukul 16.00 WIB. 

Merasa ada yang aneh. Ia yang saat itu sedang nongkrong di sebuah pos warga yang berjarak sekitar lima meter dari depan pagar rumah tersebut, mendekati sumber asap tebal tersebut. 

Saat pria berkaus kuning itu, berhasil mendekat lalu melongok ke arah dalam rumah melalui celah teralis pagar tersebut, ternyata kobaran api sudah memenuhi hampir keseluruhan ruangan di dalam rumah. 

Baca juga: Kebakaran Hebat di Pabrik Pengolahan Kayu di Kediri, Disebabkan Tumpahan Oli, 4 Orang Terluka

"Saya lihat asap, saya bilangin rumah di sebelah saya dodok semua," katanya saat ditemui TribunJatim.com di lokasi, Jumat (25/2/2022). 

Setahu Joko, durasi kobaran api yang melumat rumah tetangganya itu, berlangsung kurun waktu sekitar 10 menit. 

Setelah sejumlah warga berhasil menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk segera mendatangi lokasi melakukan pemadaman. 

Joko bersama warga lainnya, berusaha memadamkan kobaran api di dalam rumah menggunakan alat seadanya. 

"Ya saya bangunin orang-orang, pakai selang air, pakai air got, semua dikerahkan," pungkasnya. 

Sementara itu, pemilik rumah Hendrik mengaku, dirinya tidak berada di lokasi saat insiden kebakaran yang melumat rumahnya. 

"Jam berapanya saya kurang paham. Di telpon pak RT, saya masih di jalan," ungkap Hendrik. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved