Pemadaman Listrik di Madura

Gubernur Khofifah Tinjau Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir Madura, Skema ini Diungkap

Gubernur Khofifah juga melakukan koordinasi di Jembatan Surabaya, terkait blackout listrik bergilir yang kini sedang terjadi di Pulau Madura. 

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Aqwamit Torik
Humas Jatim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama GM UID Jatim dan GM UIT JBM (Jawa Bali Madura), serta Bupati Bangkalan melakukan peninjauan di lokasi gangguan SKTT 150 kV Ujung - Bangkalan, di jembatan Suramadu, Senin (28/2/2022). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama GM UID Jatim dan GM UIT JBM (Jawa Bali Madura), serta Bupati Bangkalan melakukan peninjauan di lokasi gangguan SKTT 150 kV Ujung - Bangkalan, di jembatan Suramadu, Senin (28/2/2022). 

Selain meninjau Gubernur Khofifah juga melakukan koordinasi di Jembatan Surabaya, terkait blackout listrik bergilir yang kini sedang terjadi di Pulau Madura. 

"Pemadaman ini tentunya di luar keinginan kita, namun hal ini harus kita maklumi karena ini terkait masalah teknis. Mohon masyarakat dapat bersabar. Dengan mengurangi beban pemakaian listrik tentunya kita harapkan daya listrik yang ada sekarang bisa mencukupi dan tidak perlu melakukan pemadaman di wilayah yang luas lagi," kata Khofifah. 

Di kesempatan ini Gubernur Khofifah juga menegaskan bahwa mulai malam nanti akan dilakukan pengalihan arus kendaraan khusus roda dua di jalur Suramadu untuk dilakukannya perbaikan listrik.

“Malam ini Insya Allah area motor Surabaya - Madura akan dialihkan ke badan jalan jembatan Suramadu. Penanda pembatas sudah selesei dipasang. Selanjutnya beton jalan motor akan dibuka untuk perbaikan kabel penyebab trouble. Sore tadi alat uji tegangan tinggi dari Jakarta sudah tiba untuk mendeteksi kerusakan agar lebih presisi. Mohon sabar dan do'a agar semua berjalan lancar dan cepat,” tegas Khofifah.

Baca juga: Perbaikan Listrik di Madura, 120 Personil Petugas Dikerahkan dan 73 Genset untuk Pemulihan Sementara

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, telah terjadi gangguan pada sistem kelistrikan di Pulau Madura di jalur transmisi 150 kV Ujung - Bangkalan, sejak Sabtu (26/2/2022) pukul 21.44 WIB.

Jalur tersebut merupakan transmisi utama yang menyuplai pasokan listrik ke seluruh wilayah di Pulau Madura. Akibat kerusakan kabel itu, terjadi pemadaman di Maduran, untuk siang pemadaman sebesar 20 - 30 MW dan pada malam hari sebesar 70 MW.

Kekurangan daya ini mengakibatkan wilayah Madura mengalami blackout bergiliran pada pelanggan dengan estimasi waktu rata-rata 3 jam.

Pasokan listrik di Pulau Madura salah satunya berasal dari pembangkit di PLTU Paiton, Kabupaten Probolinggo yang dikirim ke gardu induk 500 kV dan 150 kV di Surabaya.

Gardu induk Jalur transmisi 150 kV Surabaya mengirim dari Kenjeran Gili Timur menggunakan dua line, dua jalur transmisi 150 kV ke Madura melalui Jembatan Suramadu.

Di lapangan, Khofifah memastikan bahwa PLN mulai bekerja dan serius melakukan perbaikan guna mengatasi gangguan. Ia mengapresiasi upaya yang dilakukan termasuk mendatangkan alat-alat berat. 

“Jadi seluruh tim PLN sudah ihtiar kerjakeras dan bahkan sudah datangkan alat untuk cek tenganan tinggi dari Jakarta. Ini juga crane sudah ada di sini dan ini akan bekerja membukaa beton yang ada di jalur arus motor. Maka di titik  kita berdiri akan dialihkan ke badan jalan untuk yang arus motor karena memang akan dibuka untuk cari titik troubel jaringan,” tegas Khofifah. 

Ia meminta warga Madura untuk bersabar. Sebab menurut pihak PLN, perbaikan ditargetkan bisa selesai 8-10 hari dengan sistem perbaikan selama 24 jam penuh. 

Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Timur, Lasiran mengatakan gangguan pasokan listrik di sebagian wilayah Pulau Madura akibat gangguan penghantar 150 kV Ujung - Bangkalan menyebabkan kehilangan beban sebesar 73,35 MW.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved