Banjir di Madura
Sekolah Terendam Banjir Setinggi Dada Orang Dewasa, Kegiatan Belajar Mengajar di Sampang Diliburkan
Pasalnya, tempat yang biasa digunakan untuk belajar sudah tidak dapat ditempati dikarenakan tergenang banjir
Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Samsul Arifin
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama
TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Aktivitas kegiatan belajar mengajar lumpuh total di sejumlah lembaga sekolah di Kabupaten Sampang, Madura tepatnya di wilayah perkotaan.
Pasalnya, tempat yang biasa digunakan untuk belajar sudah tidak dapat ditempati dikarenakan tergenang banjir.
Tak tanggung-tanggung, tingginya bencana banjir yang menggenangi lingkungan sekolah sampai ke dada orang dewasa.
Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Sampang, Inisiyatun mengatakan bahwa nonaktifnya kegiatan belajar mengajar di lingkungan kerjanya dilakukan mulai hari ini.
Namun, dirinya tidak mengetahui sampai kapan dinonaktifkan, yang jelas bila air banjir surut kegiatan belajar mengajar akan diaktifkan kembali.
"Air banjir mulai masuk ke halaman sekolah sejak tadi pagi dan sekarang tingginya sampai dada orang dewasa," ujarnya.
Baca juga: Pedagang di Sampang Menjerit Terimbas Lapak Tergenang Banjir, Bikin Kesulitan Berdagang
SMP Negeri 6 Sampang berlokasi di wilayah rawan banjir sehingga selalu terdampak ketika bencana banjir datang.
Oleh sebab itu, para guru setempat tidak bingung dengan adanya bencana tersebut karena sudah terbiasa.
"Jadi setelah air banjir surut, para guru akan kerja bakti untuk membersihkan lumpur bekas banjir," terang Inisiyatun.
Sementara, Kasi Kebencanaan dan Logistik BPBD Sampang Imam, menyampaikan akibat bencana banjir ada sekitar 9 lembaga sekolah yang tergenang.
Diantaranya, SDN Gunung Sekar 4, SDN Dalpenang 2, SDN Karang Dalam 1, SDN Rong Tengah 1, SDN Rong Tengah 2, dan SDN Paseyan 1.
"Termasuk SDN Banyuanyar 2, SMPN 6 Sampang, dan SMKN 1 Sampang," pungkasnya.