Berita Surabaya

Kabar Bahagia, Bandara Juanda Kembali Dibuka untuk Pelaku Perjalanan Luar Negeri dan Jemaah Umroh

Bandara Juanda Surabaya melayani penerbangan turis asing dan bisa menjadi pintu keluar masuk perjalanan luar negeri.

TRIBUNMADURA.COM/KUKUH KURNIAWAN
Pintu masuk Bandara Juanda, Kamis (19/12/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Bandara Juanda Surabaya dibuka untuk pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), termasuk umroh.

Hal itu diungkapkan Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan usai memimpin rakor bersama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan jajaran Forkopimda di Hotel JW Marriot Surabaya.

 Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pada prinsipnya Bandara Juanda mulai hari ini sudah dibuka untuk penerbangan internasional.

Namun, secara efektif dengan melakukan persiapan-persiapan teknis, pembukaan aturan perjalanan di Bandara Juanda akan baru berlaku satu dua hari ke depan.

Dengan begitu, Bandara Juanda sudah menerima turis asing dan bisa menjadi pintu keluar masuk perjalanan luar negeri.

“Ya kami ini tadi baru saja mengharmonisasi semua. Jadi seperti umroh, nanti dari dari Jawa Timur akan berangkat dari Jawa Timur dan balik ke Jawa Timur,” kata Luhut, Jumat (11/3/2022) petang.

Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rakor bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan jajaran Forkopimda Jatim di Hotel JW Marriot Surabaya, Jumat (11/3/2022).
Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rakor bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan jajaran Forkopimda Jatim di Hotel JW Marriot Surabaya, Jumat (11/3/2022). (TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH)

Ia menjelaskan, sistemnya lebih mudah dibandingkan sebelumnya.

Mereka yang pulang dari umroh juga akan bisa langsung pulang ke rumah setelah dipastikan lewat swab PCR.

“Jadi dia datang nanti di PCR di airport langsung di hotel atau di asrama haji. Kalau negatif bisa langsung pulang kalau positif ya tinggal dulu di tempat,” tegas Luhut.

Baca juga: Konflik Rusia dan Ukraina Berdampak pada Harga Minyak Dunia, Begini Penjelasan Pakar Unair Surabaya

Luhut yang baru saja melakukan perjalanan ke Saudi Arabia juga menyebut bahwa di sana sudah tidak ada aturan swab.

Namun sebagai kehati-hatian, sistem swab masih akan diterapkan di Indonesia meski hanya untuk kedatangan saja.

Di Jawa Timur sendiri, jumlah antrian jamaah umroh yang pending berangkat karena pandemi telah tembus ribuan.

Berdasarkan data dari Kanwil Kemenag, jemaah umroh di Jatim yang menunggu keberangkatan mencapai 9.266 orang.

“Tadi saya dengar jumlahnya jamaah umroh di Jatim yang menunggu 9266 jumlahnya. Yang sudah terbang baru ratusan," katanya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved