Berita Probolinggo

Naik Kereta Api Tak Perlu Tunjukkan Hasil Tes PCR, Penumpang di Stasiun Probolinggo Belum Meningkat

Ketentuan naik kereta api tidak diwajibkan menunjukkan hasil negatif tes swab PCR dan rapid test antigen berlaku mulai Rabu 9 Maret 2022.

TRIBUNMADURA.COM/DANENDRA KUSUMA
Ruang tunggu penumpang di Stasiun Probolinggo. 

TRIBUNMADURA.COM, PROBOLINGGO - Penumpang kereta api di Stasiun Probolinggo belum mengalami peningkatan secara signifikan menyusul adanya syarat terbaru naik kereta api.

Sebagai informasi, syarat baru naik kereta api, yakni pelanggan kereta api jarak jauh yang telah mendapatkan vaksinasi dosis penuh (dosis II) atau booster tidak diwajibkan menunjukkan hasil negatif tes swab PCR dan rapid test antigen pada saat proses boarding.

Ketentuan naik kereta api tidak diwajibkan menunjukkan hasil negatif tes swab PCR dan rapid test antigen berlaku mulai Rabu 9 Maret 2022.

Aturan itu sesuai SE Kementerian Perhubungan Nomor 25 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi Covid-19 dan tertuang dalam SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 11 Tahun 2022.

Kepala Stasiun Probolinggo, Andri Purwanto mengatakan, berdasar data, okupansi penumpang pada Rabu (9/3), berjumlah 66 orang. Sedangkan pada Kamis (10/3), mencapai 92 orang.

Baca juga: INI Syarat Terbaru Naik Kereta Api, KIni Tak Perlu Tunjukkan Hasil Tes PCR maupun Rapid Antigen

Lalu sebelum penerapan syarat baru, jumlah penumpang pada, Senin (7/3), berjumlah 67 orang. Kemudian, Rabu (8/3), totalnya ada 63 orang.

"Peningkatan okupansi penumpang di Stasiun Probolinggo belum tampak signifikan," katanya, Jumat (11/3/2022).

Andri menyebut, biasanya peningkatan penumpang kereta api tercatat pada akhir pekan dan masa liburan.

Pada momentum itu, jumlah penumpang bisa merangkak naik hingga ratusan orang. Misalnya, pada libur Hari Raya Nyepi, Kamis (3/3) dan Minggu (6/3) kemarin.

"Paling mendominasi penumpang KA Sritanjung rute Jogja-Banyuwangi dan KA Probowangi rute Surabaya-Banyuwangi," sebutnya.

Ia menjelaskan, pengecekan dosis vaksinasi bagi calon penumpang tetap dilakukan melalui aplikasi PeduliLindungi atau bukti cetak fisik.

Jika calon penumpang masih menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama, mereka wajib menunjukkan hasil negatif tes swab PCR dan rapid test antigen.

Selain itu, pihak stasiun tetap membuka gerai rapid test antigen mulai pukul 07.00-16.00 WIB dengan harga Rp 35.000.

"Bagi calon penumpang yang telah mendapatkan vaksinasi minimal dosis II atau booster tidak diwajibkan menunjukkan hasil negatif tes swab PCR dan rapid test antigen," tandasnya. (nen)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved