Berita Sampang

Tak Terima SPBU Milik Orang Tuanya Difoto, 2 Bersaudara Ini Keroyok Remaja di Sreseh Sampang

Pada saat itu juga Noval selaku anak dari pemilik SPBU tersebut mengetahui usaha milik ayahnya di foto oleh korban

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Dua tersangka tak berkutik saat berada di Mapolres Sampang, Madura, Kamis (7/4/2022). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Dua remaja asal Dusun Labuhan barat, Desa Labuhan, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, Madura terpaksa harus merasakan dinginnya sel tahanan Polres Sampang.

Pasalnya, Noval (21) dan sepupunya Sihur Rizik (19) melakukan penganiayaan terhadap seorang pria, yakni M. Syafik yang juga masih satu desa dengan mereka.

Insiden itu bermula saat M. Syafik mengambil foto tentang aktifitas SPBU di Desa Labuhan, Kecamatan Sreseh, Madura pada (5/4/2022) sekitar 18.30 WIB.

Pada saat itu juga Noval selaku anak dari pemilik SPBU tersebut mengetahui usaha milik ayahnya di foto oleh korban.

Sehingga, tersangka Noval merasa tak terima kepada korban dan nekat mengeroyok korban bersama sepupunya.

"Jadi motif ke dua tersangka melakukan pengeroyokan karena tersinggung lantaran korban mengambil foto SPBU," Kata Kapolres Sampang AKBP Arman, Kamis (7/4/2022).

Baca juga: Polisi Grebek Aksi Balap Liar di Patapan Sampang, Pelaku Kocar-kacir, 5 Unit Kendaraan Terjaring

Ia menambahkan, saat melakukan pengeroyokan, kedua tersangka tidak menggunakan Senjata Tajam (Sajam), alias tangan kosong.

Hal itu jelas diketahui melalui batang bukti yang berhasil diamankan oleh Satreskrim Polres Sampang.

"Jadi santer informasi pelaku melukai korban dengan Sajam itu tidak benar," tegasnya.

Lebih lanjut, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan lebih banyak saksi.

Sebab pihaknya hingga saat ini masih belum mengetahui alasan korban mengambil foto SPBU milik ayah tersangka.

"Kita tunggu korban membaik, setelah itu baru kita ambil keterangannya," pungkasnya.

Adapun, pasal yang disangkakan terhadap tersangka yakni pasal 170 KUHP ancaman hukuman 7 tahun penjara.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved