Berita Surabaya

Demo Mahasiswa di Surabaya bakal Digelar 14 April, Wali Kota Surabaya Minta Pelajar Tak Ikut-ikutan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta pelajar, baik yang ada di SMP dan SMA, untuk tidak ikut aksi

Penulis: Bobby Koloway | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/FEBRIANTO RAMADANI
Ribuan massa yang terdiri dari buruh, dan mahasiswa menjebol pagar gedung grahadi sebelah barat Kamis sore (8/10/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Mahasiswa dari berbagai kampus di Surabaya rencananya akan menggelar aksi unjuk rasa, Kamis (14/4/2022). Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta pelajar, baik yang ada di SMP dan SMA, untuk tidak ikut aksi. 

Cak Eri pun telah menginstruksikan para guru untuk bersama memberikan pengertian kepada siswanya. Yang mana, seorang pelajar harus mengutamakan tugas sekolah. 

"Kalau pelajar, mending sekolah saja. Kami berharap untuk guru di seluruh sekolah baik SMP dan SMA agar memberikan pengertian kepada siswanya, iki gurung wayahe (ini belum waktunya)," kata Cak Eri, Selasa (12/4/2022). 

Para siswa sebaiknya tetap berada di sekolah. "Sehingga, bagaimana kita mengajak anak untuk tidak ikut turun. Sebab, ini belum menjadi bagiannya," katanya. 

Sedangkan bagi mahasiswa yang turun di aksi, Cak Eri berpesan agar demonstrasi berjalan dengan baik. Tak ada aksi anarkisme dan tetap menjaga ketertiban. 

Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini juga akan berkolaborasi dengan masing-masing Perguruan Tinggi. Prinsipnya, kampus harus menekankan pentingnya mahasiswa menjaga ketertiban dalam aksi. 

"Kami titip kepada seluruh kampus untuk bisa berkolaborasi dengan BEM masing-masing. Tolong sampaikan, mari berpendapat dengan santun," katanya. 

"Silakan turun namun jaga kotanya. Jangan sampai merusak kota, sehingga masyarakat merasa aman atau tidak nyaman. Bagaimana pun, kota ini harus dijaga bersama, apalagi saat ini puasa," katanya. 

Baca juga: Jelang Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa di Surabaya, Kapolrestabes Pastikan Ketertiban & Keamanan Kondusif

Baginya, aksi unjukrasa merupakan hal biasa di iklim demokrasi. Apalagi, Surabaya sebagai ibukota Provinsi kerap menjadi tempat demontrasi. 

"Gerakan mahasiswa itu wajar. Dari dulu sudah ada gerakan mahasiswa. Memang untuk menyerukan. Tapi tolong pelajar jangan ikut-ikutan. Mahasiswa juga jangan merusak atau anarkis, jangan sampai niat baik mahasiswa ini ditunggangi oleh seseorang atau kelompok tertentu," katanya. 

Untuk diketahui, berdasarkan kesepakatan bersama, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Surabaya akan menggelar aksi, Kamis (14/4/2022). Ini merupakan aksi lanjutan setelah aksi mahasiswa secara nasional dilakukan serentak Senin (11/4/2022). 

Ada sejumlah tuntutan yang dibawa dalam aksi ini. Ini tidak jauh berbeda dengan aksi di daerah lain. Di antaranya, menolak wacana penundaan pemilu, menolak jabatan presiden menjadi tiga periode, hingga batalkan mega proyek dan pembangunan ibu kota negara. 

Kemudian, terkait RUU tindak pidana kekerasan seksual, kelangkaan bahan bakar minyak, naiknya pertama hingga kebutuhan bahan pokok, konflik agraria, serta kenaikan PPN 11 persen. Rencananya, aksi akan digelar di Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur. 

Sebelumnya, pada aksi unjukrasa mahasiswa di Gedung DPR RI, Senin (11/4/2022), polisi juga mengamankan sejumlah pelajar yang hendak ikut-ikutan dalam aksi demo mahasiswa. Sebanyak 20 pelajar ketahuan menyusup di rombongan mahasiswa yang sedang longmarch di belakang Gedung DPR/MPR, tepatnya di Jalan Palmerah Timur menuju Jalan Gerbang Pemuda.

Para remaja yang mengenakan seragam putih abu-abu tersebut langsung dicegat oleh anggota kepolisian dan diminta menepi ke sisi jalan. Mereka langsung diperiksa dan digeledah oleh petugas. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved