Berita Nganjuk

Asyik Pesta Narkoba di Kamar Kos, Dua Pemuda Diciduk Polisi, Pengedar Juga Turut Diciduk

Dimana di sebuah rumah kos-kosan di Desa Bagorwetan seringkali digunakan untuk pesta narkotika jenis sabu.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Aqwamit Torik
AFP
Ilustrasi penangkapan yang dilakukan polisi menggunakan borgol 

TRIBUNMADURA.COM, NGANJUK - Pesta narkoba sebuah kamar kos di Nganjuk berujung diciduk polisi.

Diketahui, FA (24) dan AA (24) keduanya warga Desa Bagorwetan Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk yang melakukan pesta narkoba jenis sabu.

Mereka diamankan bersama dua tersangka pengedar sabu.

Masing-masing AF (28) dan WP (40) keduanya warga Kecamatan Pagu dan Kecamatan Gurah di Kabupaten Kediri juga diamankan Satresnarkoba Polres Nganjuk.

Kasat Resnarkoba Polres Nganjuk, AKP Joko Santoso menjelaskan, penangkapan terhadap pengguna dan pengedar narkotika jenis sabu berawal dari informasi masyarakat yang masuk ke program Wayahe Lapor Kapolres.

Dimana di sebuah rumah kos-kosan di Desa Bagorwetan seringkali digunakan untuk pesta narkotika jenis sabu.

"Informasi tersebut langsung dilakukan tindaklanjut penyelidikan oleh tim Opsnal Satresnarkoba Polres Nganjuk," kata Joko Santoso melalui Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Supriyanto, Jumat (13/5/022).

Dari penyelidikan tersebut, dikatakan Joko Santoso, diketahui para pengguna narkotika jenis sabu di salah satu rumah kos-kosan dimaksud.

Tim Opsnal langsung melakukan penggerebekan kepada dua orang saat menggunakan sabu-sabu di salah satu kamar kos-kosan.

Baca juga: Miris Pemuda 20 Tahun Sudah Konsumsi Narkoba, Bupati Baddrut Tamam Serukan Perang Terhadap Narkoba

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

"Di rumah kos-kosan tersebut, tim Opsnal mendapatkan barang bukti poket sabu seberat 0,27 gram, alat hisap atau bong yang masih mengandung sisa sabu, dan sebagainya," ujar Joko Santono.

Kedua pengguna sabu bersama barang bukti, menurut Joko Santoso, diamankan di Polres Nganjuk. Dan dalam pemeriksaan, kedua pengguna tersebut mengaku mendapatkan sabu dari dua tersangka AF dan WP di Kediri.

Saat itu juga, ungkap Joko Santoso, tim Opsnal Satresnarkoba langsung mendatangi rumah para pengedar sabu dengan target para penghuni kos di wilayah Nganjuk. Kedua tersangka, AF dan AA tidak dapat mengelak dari tuduhan setelah ditemukan barang bukti peredaran sabu yang dilakukanya.

"Untuk pengguna dan pengedar sabu-sabu tersebut terancam dijerat dengan UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka bisa terancam hukuman hingga 20 tahun penjara," tutur Joko Santoso. (aru/Achmad Amru Muiz)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved