Berita Lumajang

Nasib Penendang Sesajen Erupsi Gunung Semeru Divonis lebih Berat dari Tuntutan Jaksa, 10 Bulan Bui

Akan tetapi, sapaan ini tidak berhasil meluluhkan hati hakim Malahan, Hakim Budi Prayitno memberikan vonis 3 bulan lebih tinggi dari tuntutan jaksa

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Tony Hermawan
Hadfana Firadus, penendan sesajen Semeru menjalani persidangan virtual, Selasa (31/5). Dia divonis harus menjalani hukuman penjara 10 bulan dan denda Rp 10 juta subsider dua bulan kurungan. 

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Hadfana Firdaus, terdakwa kasus penendang sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru kembali menjalani sidang lanjutan, Selasa (31/5) Kali ini agendanya pembacaan vonis. Oleh majelis hakim dia divonis lebih tinggi dari tuntutan jaksa. Dia diganjar hukuman penjara selama 10 bulan dan denda Rp 10 juta subsider dua bulan kurungan. 

Pantauan di lokasi sidang virtual ini digelar sekira pukul 14.00 WIB. Hadfana yang mengenakan kemeja putih dengan rompi hijau menunjukkam sikap begitu santai. Sebelum sidang itu dimulai, Hadfana sempat melempar senyum kepada majelis hakim dan jaksa. 

Akan tetapi, sapaan ini tidak berhasil meluluhkan hati hakim. Malahan, Hakim Budi Prayitno memberikan vonis 3 bulan lebih tinggi dari tuntutan jaksa. 

Hadfana terlihat kecewa mendengar vonis ini. Sikapnya yang semula terlihat santai, gerak tubuhnya langsung menunjukkan sikap kecewa. Bahkan dia sempat kesulitan menjawab pertanyaan hakim apakah menerima vonis tersebut, pikir-pikir, atau malah mengajukan banding. 

Baca juga: Reaksi Penendang Sesajen di Lumajang Usai Dituntut 7 Bulan Penjara, Langsung Ajukan Hal ini

Kumpulan Berita Lainnya seputar Lumajang

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Setelah berfikir beberapa menit, Hadfana akhirnya menentukan sikap. Dia memilih terima vonis tersebut.

"Saya terima vonis ini," ucap pria asal Lombok ini.

Namun tidak demikian dengan Jaksa. Jaksa memilih masih pikir-pikir. Walhasil, jaksa diberi waktu 7 hari untuk menyatakan menerima atau menolak vonis yang dijatuhkan kepada Hadfana. Jika dalam 7 hari ke depan jaksa tak kunjung memberikan sikap, maka hakim menganggap, jaksa menerima putusannya.

Mirzantio Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Lumajang mengatakan, setiap kasus hakim dan jaksa sering kali mempunyai perbedaan pandangan hukum. Hakim dan jaksa berhak mempunyai keyakinan sendiri atas kasus yang ditangani. Meskipun tak sama, yang paling penting putusan majelis hakim tak keluar dari koridor pendakwaan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved