Sejarah
Inilah Sejarah Kereta Api Dunia, Manusia Takut Menaiki Dikira Bakal Sesak Napas, ini Sebabnya
Kereta api di dunia berawal dari lokomotif kereta uap. Pada tahun 1804, lokomotif kereta uap pertama selesai diciptakan oleh Richard Trevithick.
Keberhasilan tersebut membuat Stephenson dan anak-anaknya mendirikan bisnis dan terus memproduksi kereta penumpang pertama di Inggris, Eropa dan Amerika Serikat.
Menjadi penemuan yang membawa perubahan, selanjutnya kereta api segera menjadi moda transportasi yang sangat berharga, baik untuk barang maupun penumpang.
Meski pada awalnya, orang-orang justru takut menaikinya. Ini karena orang berpikir bahwa perjalanan secepat itu akan membuat penumpang tidak dapat bernapas, atau bahwa getaran roda di rel akan membuat orang pingsan.
Namun, karena biayanya yang murah dan waktu tempuh yang singkat, kereta api lambat laun menjadi alat transportasi yang digemari banyak orang.
Bahkan, pada tahun 1850-an, kereta api malah sudah mampu melaju dengan kecepatan 80 km/jam yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.
Rel Sudah Ada Sebelum Kereta Api Beroperasi
Sejarah kereta api memang dimulai pada tahun 1804, namun sebelum itu telah ada rel kereta yang digunakan untuk menarik gerobak demi keperluan pertambangan.
Sejarah kereta api di dunia mencatat, rel pertama terbuat dari kayu dan digunakan sebagai jalur untuk menarik gerobak yang digunakan pada industri tambang sekitar 1550-an.
Baru pada akhir 1760-an rel dari logam mulai digunakan dengan memasang besi cor ke atas rel kayu.
Kereta api awalnya dipakai untuk membawa hasil tambang, dan sejak 1604 berkembang menjadi digerakkan oleh kabel.
Sementara itu, dari sekitar akhir tahun 1780-an, gerobak produk dan barang diangkut di sepanjang rel dengan tenaga kuda.
Cara tersebut memang efektif, tetapi memiliki sisi negatif seperti lambat dan juga tergantung pada stamina dan kekuatan hewan.