Berita Mojokerto

Pengakuan Guru Ngaji yang Lakukan Pelecehan Terhadap Anak Di Bawah Umur, Ada Kelainan Penyuka Sesama

Gondam mengatakan tersangka mengalami kelainan seksual lantaran pernah menjadi korban saat masih anak-anak dengan kejadian yang serupa

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Mohammad Romadoni
DITAHAN - Polisi mengamankan RD (33) guru ngaji asal Sooko, Mojokerto, tersangka kasus pelecehan seksual anak dibawah umur. 

TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO - RD (33) guru Ngaji RD (33) di Kecamatan Sooko, Mojokerto menjadi tersangka terkait kasus pelecehan seksual yang menimpa anak dibawah umur.

Tersangka melakukan tindakan asusila pelecehan seksual terhadap tiga korban anak laki-laki yang merupakan muridnya di ruang kesekretariatan lembaga non formal TPQ di Kecamatan Sooko, Mojokerto.

Hasil pemeriksaan psikologis tersangka mengalami kelainan orientasi seksual. Ini diperkuat tes psikologis dari Kepolisian dan petugas Pusat Pelayanan Terpadu, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Mojokerto.

Diketahui, tersangka diduga merupakan penyuka sesama jenis.

"Pelaku ini ada sedikit kelainan asusila di mana (Pelecehan Seksual) hobi atau Lifestyle yang bersangkutan," ungkap Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Gondam, Rabu (13/7/2022).

Gondam mengatakan tersangka mengalami kelainan seksual lantaran pernah menjadi korban saat masih anak-anak dengan kejadian yang serupa. 

"Kecil dahulu mendapat perlakuan seperti itu (Pelecehan Seksual) di lingkungan," terangnya.

Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar, menjelaskan modus tersangka RD yakni menanyakan korban terkait akil baliq dan mengajaknya ke ruangan sekertariat TPQ.

Kemudian tersangka mengeluarkan Handphone mengajak korban menonton video dewasa hubungan sesama jenis.

"Kalau modusnya sama pelaku membujuk santri dengan berdalih sudah akil balig apa belum pelaku melakukan pelecehan seksual," jelasnya.

Apip menyebut tiga korban mengalami pelecehan seksual yang dialami oleh tersangka ini. Korban melaporkan kejadian ini setelah mendapat dukungan dar aktivis anti kekerasan seksual serta LBHNU Kabupaten Mojokerto.

Baca juga: Akhirnya Ditangkap, Guru Ngaji Cabul di Mojokerto Diamankan Polisi, Ini Kronologi Kasusnya

Kumpulan Berita Lainnya seputar Mojokerto

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

"Barang bukti yang kita amankan ada pakaian milik korban dan juga Handphone dari pelaku ada sejumlah video porno juga yang dipertontonkan ke korban," bebernya.

Tersangka RD dijerat Pasal 82 KUHP ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved