Berita Mojokerto

Korban Begal Payudara di Trawas Bertambah, Pelaku Manfaatkan Waktu dan Pindah Lokasi, Diburu Polisi

Setidaknya, lebih dari lima orang wanita dan ibu muda yang menjadi korban pelecehan seksual tersebut

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Samsul Arifin
CBHS
Ilustrasi - Korban begal payudara di Trawas Mojokerto bertambah, polisi buru pelaku 

TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO -  Polisi masih memburu pelaku teror begal payudara di kawasan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Setidaknya, lebih dari lima orang wanita dan ibu muda yang menjadi korban pelecehan seksual tersebut.

Dari informasi Kepolisian ada dua korban begal payudara yang sudah melapor ke Polsek Trawas. Kedua korban tersebut adalah ibu muda yang berusia 24 tahun.

Kapolsek Trawas, AKP Didit Setiawan saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan berupaya menangkap pelaku begal payudara yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap wanita di wilayah Trawas.

"Iya masih diselidiki petunjuk pimpinan bisa konfirmasi melalui Humas Polres," ungkapnya, Selasa (19/7/2022).

Kasubbag Humas Polres Mojokerto, Iptu Tri Hidayati menjelaskan pihak Kepolisian tengah melakukan penyelidikan terkait aksi teror begal payudara yang membuat resah masyarakat di Trawas Mojokerto.

Dari penyelidikan lebih dari lima wanita dan ibu muda yang menjadi korban begal payudara. Namun dua korban yang melapor ke Polsek Trawas.

"Yang mau melaporkan dua orang kalau korbannya lebih dari lima orang," jelasnya.

Menurut dia, pelaku melakukan aksi begal payudara di jalanan yang sepi pada siang hari.

"Modus membuntuti korban di jalan sepi pelaku langsung beraksi berbuat tidak senonoh dan melarikan diri," bebernya.

Baca juga: Teror Begal Payudara di Trawas Mojokerto, Pelaku Sasar Ibu Muda dan Wanita saat Jalan Sepi

Kumpulan Berita Lainnya seputar Mojokerto

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Menurut dia, dua lokasi begal payudara terindentifikasi di sekitar jembatan perbatasan Desa Belik dan Desa Kesiman, jalan raya Trawas Jolotundo persinya di Tikungan Dusun Sendang. Kemudian, Desa Penanggungan dan persimpangan Rondo Kuning Desa Tamiajeng.

"Lokasinya itu berpindah-pindah pelaku  memanfaatkan waktu sepi dan kita juga  sudah memperoleh ciri-ciri pelakunya," pungkasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved