Berita Bangkalan

Mahasiswa Ini Lantang Dukung Penuh Penindakan Korupsi di Bangkalan, Gelar Demo Tunggal di Polres

Beberapa poin pernyataan sikap dan tuntutan mengatasnamakan Aliansi Laskar Advokasi Sosial di antaranya, memberikan dukungan penuh

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
TINDAK TEGAS KORUPSI - Mengatasnamakan Aliansi Laskar Advokasi Sosial, Mustakim seorang diri menggelar aksi unjuk rasa ke Polres, Kejaksaan Negeri (Kejari), hingga ke Pemkab Bangkalan, sebagai bentuk dukungan terhadap penindakan kasus dugaan korupsi, Senin (25/7/2022) 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Seorang mahasiswa, Mustakim, seorang diri menggelar aksi unjuk rasa ke Polres dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan, Senin (25/7/2022). Itu dilakukannya sebagai bentuk dukungan terhadap institusi penegak hukum dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi. Ia mengakhiri aksi tunggalnya di depan Kantor Pemkab Bangkalan.  

Dalam sebulan terakhir, pihak Kejari maupun Polres Bangkalan gencar menindak para pelaku terduga tindak pidana korupsi. Total sejumlah 11 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mulai camat, kepala desa, mantan kepala desa, hingga pendamping dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial.   

Beberapa poin pernyataan sikap dan tuntutan mengatasnamakan Aliansi Laskar Advokasi Sosial di antaranya, memberikan dukungan penuh terhadap Kejari dan Polres Bangkalan untuk mengusut tuntas kasus Dana Desa, PKH, dan mengembangkan ke wilayah lain.

Meminta Kejari dan Polres Bangkalan untuk melakukan identifikasi, penyelidikan, dan penyidikan secara menyeluruh terhadap indikasi penyalahgunaan dana KIP dan BOS di Kabupaten Bangkalan.

Dan meminta Pemkab Bangkalan untuk selalu melakukan pengawasan dan transparansi data khususnya dugaan penyelewengan dana PKH dan KIP yang saat ini beredar.

“Apakah siap menindak penyelewengan anggaran dana sosial dan anggaran pendidikan yang seharusnya diterima masyarakat? Apakah aparat penegak hukum Polres Bangkalan siap? Sekali lagi apakah siap?,” teriak Mustakim di pintu masuk mapolres.

Kontan sejumlah personel Polres Bangkalan yang membentuk barikade di pintu masuk mapolres kompak menyatakan siap. Termasuk Kabag Ops Polres Bangkalan, Kompol Moh Bagus Kurniawan yang memberikan tanggapan atas orasi tunggal Mustakim.

Kompol Moh Bagus Kurniawan mengungkapkan, dirinya tidak tidak bisa secara teknis menyampaikan sampai di mana dan bagaimana penanganan kasus dugaan korupsi karena menjadi ranah para penyidik.

Namun pada intinya, lanjut Bagus, pihaknya juga tidak lepas dari peran serta masyarakat. Kepolisian juga tidak bisa berdiri sendiri, butuh juga masukan dan kontrol dari masyarakat.

“Ke depan mungkin bisa kita jalin baik itu dari informasi dan pengawasan hingga penegakan hukum, khusus tindak pidana korupsi. Terima kasih apa yang sudah disampaikan semoga bisa menjadi pertimbangan pimpinan kami,” singkat Kompol Moh Bagus Kurniawan. 

Baca juga: Dukung Terwujudnya Pembangunan IISP di Bangkalan, ini Permintaan Ketua Ikatan Keluarga Madura

Kumpulan Berita Lainnya seputar Bangkalan

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Mustakim kemudian melanjutkan orasi tunggalnya ke Kantor Kejari Bangkalan. Mahasiswa Semester X Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Jawa Timur itu diterima Kepala Kejari Bangkalan, Candra Saptaji.

“Terima kasih atas segala dukungan yang telah diberikan kepada kami selaku penegak hukum, baik kejaksaan maupun polres. Terkait dengan penegakan hukum yang marak terjadi, pada prinsipnya yang kami lakukan adalah untuk memberikan efek jera atau shock terapi agar ada perbaikan ke depan,” ujar Candra Saptaji.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved