Berita Bangkalan

Serahkan Diri Atau Tembak, Peringatan Kapolres Bangkalan terhadap Pelaku Curanmor, Tindak Tegas

Pesan keras itu dilontarkan Kapolres Bangkalan, AKBP Wiwit Ari Wibisono kepada para buronan pelaku curanmor

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
istimewa/TribunMadura.com
Kapolres Bangkalan, AKBP Wiwit Ari Wibisono dalam siaran pers Ungkap Kasus Curanmor di mapolres dengan dua orang tersangka sebagai eksekutor dan seorang tersangka sebagai penadah, Selasa (23/8/2022). Kapolres beri peringatan pada curanmor serahkan diri atau didor 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Menyerahkan diri atau tembak di tempat. Pesan keras itu dilontarkan Kapolres Bangkalan, AKBP Wiwit Ari Wibisono kepada para buronan pelaku curanmor dalam kesempatan siaran pers di mapolres, Selasa (23/8/2022).  

Dua buronan tersebut berinisial U (25) dan M (27), keduanya warga Desa Tlangoh, Kecamatan Tanjung Bumi. Keduanya merupakan satu komplotan curanmor asal Tanjung Bumi bersama S (39) dan BA (22) yang terlebih dahulu dibekuk dengan tembakan di masing-masing kaki.

“Untuk kedua DPO berinisial U dan M, silahkan untuk dapat menyerahkan diri. Menyerahkan diri berarti aman. Tetapi apabila tertangkap, kami akan lakukan tindakan tegas dan terukur. Catat itu,” tegas Wiwit.

Kasus curanmor ini terungkap ketika Satuan Reskrim Polres Bangkalan membekuk penadah berinisial M (25), warga Desa Tramok, Kecamatan Kokop. Dari keterangan M inilah, menuntun polisi untuk menggulung dua eksekutor S dan BA.

Wiwit menjelaskan, penangkapan M berawal ketika Satuan Reskrim Polres Bangkalan tengah mengembangkan penyelidikan atas informasi masyarakat tentang keberadaan tersangka yang sedang mengendarai motor hasil curian Honda Beat bernopol M 4231 HV, Kamis (11/8/2022).   

“Setelah diperiksa motor tersebut memang benar adalah hasil curian. Tersangka M melakukan penadahan atau membeli motor itu sekitar Rp 3 juta. Dari keterangannya, kami akhirnya membekuk S dan BA. Keduanya berperan sebagai pemantik atau eksekutor,” jelasnya.

Honda Beat tersebut dicuri tersangka S dan BA dari halaman Masjid Raudhatul Hidayah, Desa Maneron, Kecamatan Sepulu ketika pemiliknya tengah melaksanakan Shalat Jumat pada 30 Juli 2022.

Selain motor korban, polisi juga menyita barang bukti lain berupa satu buah kunci T, Honda PCX bernopol  N 4012 A sebagai sarana S dan BA untuk melancarkan aksinya, serta unit sepeda motor milik DPO berinisial M.

Di hadapan penyidik, S dan BA dalam 8 bulan terakhir telah beraksi sebanyak delapan kali dengan delapan TKP berbeda. TKP pertama di halaman masjid, kedua dan ketiga di pinggir pantai Desa/Kecamatan Sepulu, keempat di Pasar Sepulu, kelima dan  keenam di barat Pasar Sepulu, ketujuh di pinggir laut Desa Tengket, dan TKP kedelapan di Desa Labuhan.

“Itu semua dilakukan selama tahun tahun ini. Tersangka S dan BA termasuk dua DPO U dan M adalah komplotan Tanjung Bumi. Mereka selama ini beraksi di Kecamatan Sepulu. Barang bukti motor milik korban ini kami dapatkan di Kecamatan Sepulu. Ada beberapa motor lagi yang sedang kami cari karena sudah dijual ke penadah,” pungkas Wiwit.

Dengan langkah tertatih akibat kaki diterjang timah panas, tersangka S dan BA berikut penadah M dikawal kembali ke balik jeruji usai siaran pers. M terancam kurungan pidana selama 4 tahun penjara sebagaimana diatur dalam Pasal 480 KUHP tentang Penadahan. Sementara S dan BA dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman selama 7 tahun penjara.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved