Berita Bangkalan

Harga BBM Naik Pelaku Usaha Kecil di Bangkalan Makin Pikul Beban Berat, Bisa Turun Lagi Gak Ya?

Kenaikan harga BBM yang sebelumnya ditakutkan bapak dengan empat orang anak ini, kini menjadi kenyataan.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Pelaku usaha gypsum, Husnan (50), warga Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan mengaku kaget atas besarnya kenaikan harga BBM, Sabtu (3/9/2022) 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB seolah menjadi sambaran petir bagi masyarakat kecil dan para pelaku usaha kecil. Seperti yang dirasakan pelaku usaha gypsum, Husnan (50), warga Desa Keleyan, Kecamatan Socah.

Suara dari gesekan skrap berbahan besi terdengar tidak senyaring biasanya. Husnan terlihat kurang bertenaga ketika menghaluskan beberapa bagian gypsum. Bahkan wajahnya tampak lesu, langkahnya pun terlihat gontai saat memindahkan batangan-batangan gypsum ke tempat pengeringan di halaman rumahnya.

Kenaikan harga BBM yang sebelumnya ditakutkan bapak dengan empat orang anak ini, kini menjadi kenyataan. “Harga BBM bisa turun lagi gak ya?. Sangat berat bagi pelaku usaha kecil,” ungkapnya kepada Surya dengan nada lirih.

Pemerintah melalui Menteri ESDM, Arifin Tasrif dalam siaran pers di Istana Merdeka secara resmi menaikkan harga BBM mulai pukul 14.30 WIB. Harga baru BBM meliputi harga Pertalite, Solar Subsidi, dan Pertamax Nonsubsidi.

Harga Pertalite awalnya senilai Rp 7.650 per liter naik menjadi Rp 10.000 per liter. Harga Solar Subsidi awalnya Rp 5.150 per liter naik menjadi Rp 6.800 per liter. Sedangkan harga Pertamax awalnya senilai Rp 12.500 per liter naik menjadi Rp 14.500 per liter.

Husnan menegaskan, kenaikan harga BBM kali ini sangat berpengaruh dan sangat berdampak karena akan otomatis akan mengatrol barang-barang kebutuhan masyarakat. Termasuk bahan-bahan kebutuhan usaha yang dirintisnya sejak 15 tahun silam.

“Jelas akan naik semua. Tidak menyangka, kenaikan harga BBM ini terlalu besar. Sangat berat untuk orang kecil, untuk pelaku usaha menengah ke bawah sangat berat sekali,” pungkasnya sambil menghela nafas.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam keterangannya menyampaikan, pemerintah telah berupaya sekuat tenaga untuk melindungi rakyat dari gejolak harga minyak dunia. “Saya sebetulnya ingin harga BBM di dalam negeri tetap terjangkau dengan memberikan subsidi dari APBN,” kata Jokowi.

Namun, anggaran subsidi dan kompensasi BBM tahun 2002 telah meningkat 3 kali lipat dari R 152,5 triliun menjadi Rp 502,4 triliun. Angka tersebut akan terus mengalami kenaikan.

Baca juga: Dua SPBU di Bangkalan Tutup Selama 3 Jam Usai Harga BBM Naik, Ternyata ini Tujuannya

Kumpulan Berita Lainnya seputar Bangkalan

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Karena itu memutuskan mengalihkan subsidi tersebut ke masyarakat yang kurang mampu melalui sejumlah bantuan sosial.

“Mengalihkan subsidi BBM sehingga harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian,” terangnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved